Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Di balik semangat anak-anak SD Negeri 344 Kaloa, Maluku Tengah menuntut ilmu di kawasan Pegunungan Seram Utara, tersimpan kisah pilu para tenaga pendidik yang masih berjuang dengan segala keterbatasan.
Guru honorer di sana disebut hanya menerima gaji sekitar Rp. 200 ribu per bulan.
Kondisi tersebut terungkap saat Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GEMAPENUSETARA) mengunjungi SD Negeri 344 Kaloa dalam kegiatan pengabdian pendidikan pada Sabtu (25/7/2026).
Di sana organisasi kepemudaan itu memberikan bantuan perlengkapan belajar sekaligus menjadi bagian dari tenaga pengajar.
Mereka memberikan motivasi kepada anak-anak tentang pentingnya pendidikan serta mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca dan berhitung.
Kunjungan organisasi Kepemudaan asal Pegunungan Seram Utara disambut hangat para guru dan siswa.
Namun, dibalik suasana penuh keakraban itu, diceritakan Mantan Ketua Umum GEMAPENUSANTARA, Simon Maloy, bahwa para guru disana berhadapan dengan berbagai persoalan yang hingga kini masih membelit dunia pendidikan di wilayah pegunungan dengan keterbatasan.
Bahwa hingga kini, sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas, mulai dari perlengkapan sekolah, hingga berbagai penunjang kegiatan lainnya.
Tak hanya itu, hal yang turut prihatin katanya adalah kesejahteraan guru honor yang dinilai masih jauh dari kata layak.
“Guru honorer di sini hanya menerima gaji sekitar Rp. 200 ribu per bulan. Kondisi ini tentu menjadi kendala karena kebutuhan terus meningkat,” katanya kepada TribunAmbon.com meniru keluhan guru yang mereka temui.
Baca juga: GEMAPENUSETARA Sambangi Sekolah: Tanamkan Semangat Belajar Program Ditargetkan Rutin Jangkau Sekolah
Baca juga: Dua Hari Dicari, Penyelam Pemanah Ikan di Tanimbar Ditemukan Meninggal 150 Meter dari Lokasi Hilang
Menurut Simon, meski dengan berbagai keterbatasan tersebut, para guru tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak Pegunungan Seram Utara.
Tak lupa disampaikan rasa terimakasih atas pengabdian tenaga pendidik selama ini di daerah pegunungan.
“Tentu kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada tenaga pendidik di sana,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sekolah-sekolah di daerah terpencil.
Terlebih ialah penuhi kesejahteraan tenaga-tenaga pendidikan di Pegunungan Seram Utara. Sebab katanya, Guru-Guru di sana telah berhadapan dengan berbagai keterbatasan, mulai dari transportasi hingga akses penunjang lainnya.
“Kami berharap pemerintah melihat kebutuhan SD Negeri 344 Kaloa. Terkhususnya pula pada sekolah sekolah di Pegunungan Seram Utara. Sebab pendidikan adalah jendela masa depan bagi anak-anak di Pegunungan Seram Utara,” tutupnya.
Diketahui, GEMAPENUSETARA merupakan singkatan dari Gerakan Mahasiswa Pegunungan Seram Utara.
Organisasi kepemudaan itu berdiri sejak 26 April 2015.
Organisasi ini menghimpun mahasiswa dan pemuda yang berasal dari 12 Negeri di Pegunungan Seram Utara, yakni Huaulu, Roho, Kanike, Dusun Selumena, Maraina,Manusela, Hatuolo, Elemata, Kaloa, Kabauhari, Maneu, Solea.
Tak ada akses transportasi yang full menuju desa satu ke desa lainnya. Hanya satu cara, berjalan kaki puluhan kilo dan berhari-hari tuk menghubungkan desa-desa mereka.
Karena itu bagi mereka, kembali ke kampung buka hanya soal pulang, melainkan bentuk pengabdian nyata untuk membangun daerah yang telah membesarkan mereka.
Setiap kegiatan yang dilakukan selalu diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, terutama sektor pendidikan. Sebab mereka komitmen bahwa hanya pendidikan yang mampu melepaskan diri dari keterpurukan. (*)