Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – SD Swasta Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Selain mengusulkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu, pihak sekolah juga berharap pemerintah dapat merealisasikan tunjangan bagi guru yang mengabdi di daerah terpencil.
Kepala SD Swasta Sikundo, Aksan Diwa SPd, Kamis (23/7/2026), mengatakan pihaknya telah mengusulkan bantuan PIP untuk para siswa. Namun hingga kini belum ada satu pun peserta didik di sekolah tersebut yang menerima bantuan tersebut.
Baca juga: Ibu Guru SD Sikundo Ini ke Sekolah Lewati Jembatan Kabel, Tak Menyerah, Meski Honor Rp300 Ribu/Bulan
"Program Indonesia Pintar sangat dibutuhkan oleh siswa kami, namun sampai saat ini usulan tersebut belum terealisasi," kata Aksan Diwa.
Menurutnya, sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama setelah jembatan penghubung antara Dusun Durian dan Dusun Sarah Saree putus akibat banjir bandang pada November 2025. Kondisi tersebut memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke balai desa agar proses pendidikan tetap berlangsung.
Saat ini SD Swasta Sikundo memiliki 12 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Rinciannya, kelas I satu siswa, kelas II lima siswa, kelas III tiga siswa, kelas IV tidak ada siswa, kelas V satu siswa, dan kelas VI dua siswa.
Proses belajar mengajar ditangani oleh empat tenaga pendidik, yakni Kepala Sekolah Aksan Diwa yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), serta tiga guru bakti, yaitu Sawidah, Meisurianti, dan Ruqiah. Honor ketiga guru bakti tersebut masih bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain mengupayakan bantuan bagi siswa, pihak sekolah juga mengusulkan agar para guru yang bertugas di SD Swasta Sikundo memperoleh tunjangan daerah terpencil serta kesempatan mengikuti program sertifikasi bagi yang memenuhi persyaratan.
Aksan Diwa berharap peningkatan kesejahteraan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para guru yang tetap mengabdi di wilayah dengan akses yang masih terbatas.
Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman, termasuk di Gampong Sikundo, Alue Lhok, dan kawasan terpencil lainnya.
Salah satu program yang akan diterapkan adalah metode pembelajaran Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, sehingga anak-anak di daerah terpencil memiliki kesempatan belajar yang setara dengan siswa di wilayah lain.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan juga tengah merumuskan kebijakan pemberian insentif yang lebih besar bagi guru yang bertugas di daerah terpencil sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.
"Saat ini Dinas Pendidikan sedang merumuskan insentif bagi guru di daerah terpencil agar lebih besar, khususnya bagi guru yang mengajar di wilayah seperti Sikundo," ujar Tarmizi.
Pihak sekolah berharap berbagai program yang sedang disiapkan pemerintah dapat segera direalisasikan sehingga siswa memperoleh bantuan pendidikan yang layak, sementara para guru mendapatkan dukungan kesejahteraan untuk terus mengabdi di daerah pedalaman Aceh Barat.(*)