Kisah Haru Tri Rama Dandi di Kolaka, Ayah Tunggal Jadi Ojol Sambil Pantau Anak 1 Tahun Lewat CCTV
Sitti Nurmalasari July 26, 2026 10:46 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Inilah kisah haru seorang driver ojek online (ojol) berperan sebagai orang tua tunggal merawat anaknya balita di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keseharian Tri Rama Dandi (26), dimulai tiap kali bunyi notifikasi pesanan masuk ke telepon genggamnya.

Tiap pesanan masuk, dirinya bergegas menyalakan mesin sepeda motornya mengantar penumpang.

Di balik pekerjaannya sebagai pengemudi ojol, tersimpan kisah perjuangan hidup yang menyentuh hati.

Selain berperan sebagai ayah untuk buah hatinya MA yang baru berusia 1 tahun, Rama juga harus menjalani hari-harinya sebagai ojol.

Baca juga: Kronologi Penyelamatan Balita Disandera Paman ODGJ di Depan Markas Koramil Sampara Konawe

MA lahir dari hasil pernikahannya yang berakhir pada 2025 lalu.

Tak hanya bertindak sebagai pencari nafkah utama, ia juga memosisikan dirinya sebagai sosok ibu yang mencurahkan seluruh kasih sayang untuk sang buah hati.

Rama bersama buah hatinya tinggal di kamar kos sederhana.

Di sana, MA (1) kerap ditinggal oleh sang ayah ketika pergi mengantar orderan.

Saat mendapatkan orderan jarak dekat, Rama terpaksa meninggalkan anaknya sendirian di kamar.

Baca juga: Detik-detik Dramatis Anggota TNI dan Polri Selamatkan Balita Disandera Paman Berpisau di Konawe

Meski ditinggal, ia memantau kondisi sang anak menggunakan kamera pengawa atau CCTV (Closed-Circuit Television) yang tersambung ke ponselnya.

Potongan rekaman CCTV tersebut belakangan viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang beredar, tampak balita mungil, lucu memegang botol susunya sembari membuang pandangan ke pintu kamar.

Seolah menunggu derap langkah sang ayah membuka pintu untuk membersamai menghabiskan tiap tetes susu.

Bahkan sesekali mengintip di sela bawah pintu untuk memastikan derap langkah tersebut berasal dari ayahnya yang telah ia nanti.

Baca juga: Momen Heroik Bhabinkamtibmas Evakuasi Balita 2 Tahun Korban Tenggelam di Purirano Kendari ke RS

"Sistem kerja saya mobile. Setiap selesai satu order, saya langsung kembali ke kos untuk mengecek anak," ujar Rama saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (26/7/2026).

Skenario berbeda diambil jika pesanan yang ia terima menempuh jarak lebih dari tiga kilometer.

Rasa cemas kerap menghantui Rama, saat pergi mengantar orderan yang memakan waktu cukup lama.

Ia mengaku pernah berada di titik paling gelap dalam hidupnya.

Beratnya beban mental dan himpitan ekonomi usai bercerai sempat membawanya pada keputusasaan mendalam, hingga terpikir untuk mengakhiri hidup.

Namun, sang anak menjadi satu-satunya alasan Rama tetap bertahan melalui hari-hari beratnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.