
Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial MH diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar usai diduga mencuri alat kesehatan berupa ventilator milik RS Akademis Jaury Jusuf Putra, Makassar, Jumat (24/7/2026). Dalam pemeriksaan, MH yang merupakan mantan prajurit TNI itu juga diketahui sempat mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar AKP Andi Muhammad Aswar membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, MH saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pelabuhan Makassar.
"Terduga MH saat ini telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Makassar untuk menjalani pemeriksaan intensif," kata Aswar, Minggu (26/7/2026).
Kasus ini bermula dari laporan pihak RS Akademis Jaury Jusuf Putra terkait hilangnya dua unit ventilator dari gudang penyimpanan milik rumah sakit. Akibat kejadian tersebut, rumah sakit ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga MH menjadi pelaku pencurian. Penyidik pun masih terus mendalami perkara dengan memeriksa sejumlah saksi, melengkapi alat bukti, serta menelusuri keberadaan ventilator yang diduga telah dipindahtangankan.
"Penyidik masih terus melakukan pendalaman, melengkapi alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri keberadaan barang bukti yang diduga telah dipindahtangankan," ujar dia.
Dari hasil penyelidikan awal, MH diduga dapat membawa keluar ventilator tersebut karena pernah bekerja sebagai teknisi alat kesehatan di rumah sakit itu. Pekerjaan tersebut membuatnya memiliki akses ke area penyimpanan alat kesehatan.
MH kemudian mengambil dua unit ventilator tanpa seizin pihak rumah sakit. Alat kesehatan itu selanjutnya diduga dijual kepada seseorang dengan nilai transaksi sekitar Rp 6,5 juta. Hingga kini, penyidik masih memburu pembeli sekaligus menelusuri keberadaan ventilator tersebut.
Dalam proses penyidikan, polisi juga menemukan fakta bahwa MH sempat mengaku sebagai anggota BIN. Fakta itu terungkap ketika pihak rumah sakit mengurus administrasi BPJS Ketenagakerjaan dan mendapati status BPJS Kesehatan MH masih tercatat sebagai anggota TNI aktif.
Saat dimintai penjelasan terkait status tersebut, MH mengaku telah menjadi anggota BIN. Namun, hasil verifikasi penyidik menunjukkan pengakuan MH itu tidak benar.
"Kami luruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Yang bersangkutan bukan anggota TNI aktif. Informasi tersebut telah kami verifikasi dalam proses penyelidikan," tutur Aswar.
Hasil pendalaman juga mengungkap MH merupakan mantan prajurit TNI yang telah diberhentikan dari dinas keprajuritan. Polisi kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan pencurian maupun penjualan ventilator tersebut.
"Biar kami selidiki dulu," tandasnya.