Rumah dan Rukonya Senilai Rp 1 M Lebih Dilalap Api di Banda Aceh, Begini Kata Maimun
Eddy Fitriadi July 26, 2026 11:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Haji Maimun Rullah (54), pemilik rumah dan ruko yang terbakar di Jalan Teungku Umar, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, mengaku bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah anaknya setelah tempat tinggal sekaligus sumber mata pencaharian mereka dilalap si jago merah, Minggu (26/7/2026).

"Malam ini mungkin kami tinggal di rumah anak untuk sementara," kata Maimun saat ditemui Serambi sambil memungut sisa puing-puing yang terbakar di depan rukonya.

Ayah empat anak itu mengatakan, bangunan yang terbakar terdiri atas dua unit rumah, termasuk satu rumah yang dijadikan rumah kos dengan enam hingga tujuh kamar, serta empat pintu ruko semi permanen.

Di kompleks ruko tersebut juga terdapat usaha bengkel ban mobil, bengkel sepeda motor, dan rumah kos yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarganya. Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 14.20 WIB, Maimun mengaku sedang berada di depan ruko bersama keluarganya.

"Waktu kejadian posisi lagi di depan ruko, lagi ngobrol-ngobrol sama keluarga, tiba-tiba ada yang teriak dari belakang ada asap. Saya kemudian bawa APAR (alat pemadam api ringan), rupanya setelah saya lihat apinya terlalu besar, tidak mungkin saya pakai APAR. Jadi saya coba selamatkan barang-barang dan surat-surat penting," ujarnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari kepolisian, api diduga berasal dari korsleting listrik. "Yang saya dengar tadi dari hasil tim kepolisian kabarnya korsleting. Tapi biar pihak berwajib saja nanti yang menjelaskan. Yang pasti memang bukan karena orang masak di dapur atau apa, cuma di mana sumber korsletingnya nanti biar pihak berwajib," kata Maimun.

Baca juga: Kerugian Kebakaran di Lamteumen Banda Aceh Ditaksir Rp 1,4 Miliar, Ini Kronologinya

Meski bangunan yang menjadi tempat tinggal sekaligus usahanya hangus terbakar, Maimun bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. "Alhamdulillah keluarga dan karyawan selamat semua. Saya bersama keluarga ada lima orang, kemudian karyawan sekitar tiga orang, ada konsumen juga yang datang ke sini, semuanya selamat," ujarnya.

Maimun memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai lebih dari Rp 1 miliar untuk dua unit rumah, belum termasuk kerusakan pada ruko dan tempat usaha.

Ia berharap dapat segera bangkit dari musibah tersebut karena seluruh usaha yang terbakar merupakan sumber ekonomi keluarganya. "Harapannya semoga bisa segera bangkit, bisa pulih lagi. Apapun ceritanya, ini sumber ekonomi pendapatan keluarga," katanya.

Maimun juga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memberikan perhatian kepada pelaku UMKM yang terdampak kebakaran. "Kalau bisa Pemko juga punya perhatian. Kami usaha UMKM, selama ini pemerintah menggalakkan UMKM. Mungkin dengan musibah ini pemerintah bisa melihat dan memberi sedikit jalan keluar atau solusi untuk kami bisa bangkit kembali," pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.