Misteri Kematian Sutrimo di Halaman Klinik hingga Dikaitkan Rumah Dinas Eks Jampidsus
Adrianus Adhi July 26, 2026 11:04 PM

SURYA.co.id, Jakarta - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tewasnya seorang pria bernama Sutrimo di Mordent Aesthetic Clinic, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). Hingga kini, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, lima polisi dari Polda Metro Jaya datang menggunakan mobil bertuliskan Crime Scene Investigation.

Mereka langsung masuk ke bagian dalam klinik untuk menyelidiki dan mencari barang-barang yang berkaitan dengan kasus kematian Sutrimo.

Pengamatan dari KOMPAS.com, Awak media tidak diperbolehkan masuk ke dalam klinik, hanya bisa melihat dari luar pagar bersama warga. 

Dari kejauhan terlihat polisi mengenakan sarung tangan dan menggeledah sejumlah barang. Sesekali mereka memfoto beberapa bagian ruangan.

Baca juga: Mulai Ada Bentrok Berdarah Debt Collector di Surabaya, Kapolrestabes Turun dan Ucap Janji Tegas

Selama sekitar satu jam, polisi keluar dari klinik membawa sejumlah barang berupa bantal dan berkas dokumen yang disimpan dalam plastik putih. Satu unit motor Yamaha Mio hitam yang sebelumnya diparkir di depan klinik juga dibawa dengan mobil pickup.

Usai olah TKP, garis polisi dipasang di pintu masuk dan pagar klinik. Sebelumnya, Sutrimo ditemukan tewas di halaman klinik pada Kamis (23/7/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan penyelidikan dilakukan secara profesional dan hati-hati.

“Penyelidikan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh,” ujarnya seperti dikutip dari Tribunnews

Identitas Korban dan Proses Penyelidikan

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman klinik Mordent, Kebayoran Baru, Kamis (23/7/2026). Ia dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, dan lokasi awal korban ditemukan juga didalami.

Baca juga: Detik-Detik Pabrik Tekstil di Gresik Terbakar, Mesin Oven Meledak Kepulkan Asap Pekat

Budi Hermanto menegaskan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Sutrimo, termasuk apakah korban dibunuh atau tidak.

“Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan dan media sosial, Sutrimo disebut sebagai kepala rumah tangga di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Namun, Budi menyatakan hal itu masih dalam pendalaman. “Masih didalami,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.