Sampai dengan malam ini kami pastikan situasi aman dan kondusif. Kami memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, khususnya di wilayah Tambak, Matraman dan Menteng

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian menyiagakan personel gabungan guna memastikan kondisi kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, tetap kondusif usai bentrokan yang terjadi Minggu pagi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan pihaknya bersama Polsek Menteng, Kodim 0501/Jakarta Pusat, serta personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya disiagakan di lokasi.

"Hari ini kami dari Polres Jakarta Pusat, Kodim 0501 dan Polsek Menteng dibantu BKO penuh dari jajaran Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya melakukan pengamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Jalan Tambak, Menteng," kata Reynold di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan bentrokan bermula sekitar pukul 10.00 WIB akibat perselisihan antara sekelompok orang dengan warga Matraman.

Keributan kemudian bergeser hingga ke Jalan Tambak dan berujung aksi saling lempar batu.

Akibat kejadian itu, dua orang dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah seorang korban berinisial K (23) meninggal dunia, sedangkan korban lainnya masih menjalani perawatan.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi mengenai insiden tersebut.

"Sampai dengan malam ini kami pastikan situasi aman dan kondusif. Kami memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, khususnya di wilayah Tambak, Matraman dan Menteng," ujarnya.

Menurut Reynold, polisi juga akan terus melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Ia menambahkan penyelidikan terhadap penyebab bentrokan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat sesuai prosedur hukum.

"Kami melakukan untuk penegakan hukum agar kedua belah pihak dapat secara adil dalam proses penegakan hukum, baik sisi warga maupun sekelompok orang yang menjadi korban," katanya.