TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wisata Paralayang Girisembung di Kapanewon Kalibawang kini menjadi ikon pariwisata baru di Kulon Progo. Promosi destinasi wisata ini mulai dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo dengan menghadirkan para pemengaruh (influencer) bidang pariwisata.
Demonstrasi paralayang dilakukan pada Jumat (24/07/2026). Indri, seorang influencer asal Kulon Progo jadi salah satu undangan yang berkesempatan menjajal Wisata Paralayang Girisembung secara perdana.
Indri mengaku dirinya takut ketinggian, namun ia nekat memberanikan diri untuk mencoba terbang di ketinggian dengan paralayang. Kenekatan itu berakhir dengan rasa kagum akan pemandangan spektakuler yang dilihatnya.
"Ini baru pertama kalinya saya mencoba paralayang, dan ternyata pemandangannya benar-benar top," ungkapnya.
Indri mengaku baru tahu Wisata Paralayang Girisembung dari media sosial. Secara kebetulan ia diundang untuk menjajalnya langsung sehingga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Yayak Kiloh, gadis asal Sleman juga ikut merasakan serunya terbang dengan paralayang dari Puncak Girisembung. Meski baru pertama kali, ia mengaku terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan.
"Seru sekali dan bagus pemandangan yang ada, bisa lihat banyak gunung," ujar Yayak.
Ketua Desa Wisata (Dewi) Banjarasri, Isfi Sholikhah, mengatakan Wisata Paralayang Girisembung sudah dibuka bagi umum sejak akhir Mei. Meski belum diresmikan, peminat dari wisata ini rupanya sudah tinggi.
Operasionalnya dibuka setiap Jumat sampai Minggu. Sejauh ini, ada 20 sampai 30 paket wisata paralayang tandem yang terjual, dengan harga Rp 450 ribu per paket.
"Sudah ada wisatawan mancanegara juga, kemarin ada yang dari Cina, Korea Selatan dan Malaysia," kata Isfi.
Ekosistem dari Wisata Paralayang Girisembung pun telah terbentuk. Saat ini sudah tersedia 6 unit homestay atau penginapan yang bisa menampung lebih dari 100 wisatawan secara keseluruhan.
Selain itu tersedia juga layanan antar-jemput ojek sepeda motor dan mobil yang disediakan oleh warga sekitar. Sebab wisatawan yang ingin mencoba paralayang harus memulai perjalanan dari Balai Kalurahan Banjarsari ke Puncak Girisembung dengan estimasi perjalanan sekitar 30 menit.
"Kami juga menyediakan angkringan untuk wisatawan yang datang," ujar Isfi.
Ia mengatakan keberadaan wisata Paralayang semakin mendongkrak pendapatan warga setempat. Tak hanya dari penginapan dan jasa ojek, tapi juga bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Meski demikian, Isfi mengatakan upaya pengembangan Wisata Paralayang Girisembung belum selesai. Masih ada sejumlah rencana yang disiapkan untuk mengembangkan destinasi tersebut.
"Salah satunya membangun area kemah (camping ground)," jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo, Sutarman mengatakan Wisata Paralayang Girisembung akan diintegrasikan dengan Wisata Arung Jeram di Gerbang Samudra Raksa (GSR). Paket wisata ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan dari arah Borobudur, Jawa Tengah.
Apalagi ia mengatakan bahwa Wisata Paralayang Girisembung memiliki keunggulan tersendiri. Salah satunya dari masa terbang yang lebih lama, bisa sampai 8 bulan dari Maret hingga Oktober karena kondisi angin yang baik.
"Wisata Paralayang Girisembung ini diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan untuk wisata olahraga (sport tourism)," kata Sutarman.(alx)