BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU- Gelaran Pawai Budaya pada Festival Budaya Saijaan (FBS) 2026 di Kabupaten Kotabaru berlangsung meriah, Sabtu (25/7/2026).
Setidaknya ada 47 peserta konvoi yang menyemarakkan kegian kali ini, dengan mengitari sejumlah ruas jalan dalam kota berbagai atraksi pertunjukan.
Mulai dari ragam seni, budaya, edukasi, keberagaman, hingga ajang mengkampanyekan kesehatan lingkungan. Salah satu yang cukup menarik ditampilkan Duta Pepelengasih Kotabaru yang membawa Tabung Puntung.
Didesain sederhana dengan menggunakan botol plastik bekas, alat ini jadi tempat sampah khusus puntung rokok yang kerap dibuang sembarangan.
Pengaplikasiannya cukup mudah, Tabung Puntung diberikan lubang di bagian atas dan secara transparan terlihat jika telah memuat puntung rokok.
Baca juga: Dosen Bergelar Doktor Jadi Mahasiswa STAI Asy-Syuhada Tanahlaut, Anton Ingin Dalami Ilmu Waris Islam
Baca juga: Bangkai Ikan Ganggu Proses Belajar Siswa di Tanahlaut, Kematian Massal Setiap Kemarau
Diungkapkan Green, Duta Pelingasih Kotabaru, puntung rokok yang terkumpul bisa diolah kembali menjadi pestisida alami untuk tanaman dan lainnya.
Langkah kecil ini bisa diterapkan di mana pun, karena mudah dan cukup praktis diaplikasikan.
"Dengan peduli terhadap lingkungan dan dimulai dari hal kecil seperti ini, semoga bisa memaksimalkan sampah organik," harap Green.
Sementara itu, dari berbagai atraksi yang ditunjukkan, juga ada senam taichi lansia yang dipertontonkan etnis marga Tionghoa di Kotabaru.
Gerakan santai dengan mengatur pernapasan ini tidak sekedar senam, namun juga cara efektif menjaga kebugaran para lansia sesuai kondisi fisik yang kian menua.
Adapun sepanjang jalan yang dilintasi peserta pawai, ribuan warga juga berjejer menyaksikan iring-iringan peserta. Mulai dari pelepasan di depan Wisata Siring Laut, menuju Jalan Agus Salim, Jalan Pangeran Diponegoro dan berbelok ke Jalan Singabana, dan berakhir kembali ke Jalan Pangeran Kesuma Jaya menuju Siring Laut. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri)