TRIBUN-VIDEO — Penolakan tidak selalu menjadi penanda kegagalan.
Bagi aktor muda Saputra Kori, penolakan justru menjadi bagian dari proses menemukan peran yang tepat sekaligus membangun kemampuan diri.
Ia mengaku pernah merasa rendah diri setiap kali gagal dalam proses casting.
Kala itu, ia menganggap penolakan merupakan bukti bahwa kemampuan aktingnya belum memadai.
Namun, cara pandangnya berubah setelah mendapat masukan dari rekan sesama aktor bahwa kegagalan dalam casting tidak selalu berkaitan dengan kualitas akting, melainkan kecocokan karakter.
"Kalau ditolak casting, bukan berarti tidak bisa akting. Bisa jadi karakternya memang tidak cocok," ujar Saputra dalam wawancara di kanal Si Paling Seleb, di Studio Tribunnews, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pandangan tersebut membuatnya lebih mampu menerima proses.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, ia memilih terus mengikuti audisi sambil memperbaiki kemampuan.
Baginya, keberhasilan tidak lahir dari satu kesempatan, melainkan dari keberanian untuk terus mencoba.
Saputra Kori meyakini setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda.
Meski percaya pada takdir, ia menegaskan bahwa keberhasilan tetap menuntut kerja keras, disiplin, dan kemauan belajar.
Perjalanan kariernya pun tidak berlangsung seketika.
Berawal sebagai kreator konten di media sosial pada 2020, ia kemudian memasuki industri film pada 2024 setelah melalui sejumlah penolakan dalam proses casting.
Hingga kini, ia mengaku belum pernah benar-benar puas dengan hasil aktingnya sendiri.
Perasaan itu justru menjadi dorongan untuk terus belajar, baik dari sesama aktor maupun dari para kru di lokasi syuting.
"Buat saya, kalau sudah cepat puas, kita berhenti belajar," katanya.
Bagi Saputra, kesuksesan bukan sekadar berhasil mendapatkan peran atau dikenal publik.
Kesuksesan adalah kemampuan untuk terus bertumbuh, menerima penolakan sebagai bagian dari proses, dan tidak kehilangan semangat untuk memperbaiki diri.
Saksikan kisah lengkap perjalanan Saputra Kori—tentang mimpi, penolakan, kerja keras, hingga keyakinannya bahwa setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri—hanya di kanal YouTube Tribunnews!