Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - PT Petrokimia Gresik (Persero) (PTPG) kembali gelar Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik.
Acara tersebut diharapkan menjadi wahana agroeduwisata dan agroindustri.
Baca juga: Ibu 3 Anak Asal Situbondo Semangat Ikut JFC 2026, Defile Pilihan sempat Diprotes Suami
Petro Agrifood Expo 2026 berlangsung 3 hari mulai Jumat sampai Minggu (24-26/7/2026).
Kegiatan tersebut ditutup dengan Petik Bersama Masyarakat (Pesta Rakyat) di Buncob PTPG serta bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 perusahaan, PTPG mengajak masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda, mengenal agroindustri sebagai bagian dari upaya mendukung regenerasi petani Indonesia.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, PAE merupakan komitmen perusahaan dalam mendekatkan dunia agroindustri kepada masyarakat.
"Melalui wahana agroeduwisata yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 perusahaan, Petrokimia Gresik mengajak masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda, mengenal agroindustri, sebagai bagian dari upaya mendukung regenerasi petani Indonesia," kata Adityo Wibowo dalam rilis Humas PTPG.
Lebih lanjut, Adityo Wibowo menambahkan, momen yang ditunggu masyarakat tiap tahun adalah Pesta Rakyat (Petik Bersama Masyarakat).
Pengunjung mendapatkan pengalaman belanja buah dan sayuran dengan memetik langsung dari tanamannya.
Adapun tanaman yang disiapkan untuk bisa dipanen langsung pengunjung yaitu melon 3.400 tanaman, semangka 1.000 tanaman, jagung manis 2.100 tanaman dan jagung pulut 1.400 tanaman.
Selain itu, ada banyak sayuran yang bisa dipanen langsung oleh pengunjung.
"Melalui Petro Agrifood Expo 2026, Petrokimia Gresik berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda di Gresik dan Surabaya, yang memahami peran strategis agroindustri dalam mendukung ketahanan pangan nasional," imbuhnya.
Dari PAE, PTPG meyakini meningkatnya literasi masyarakat terhadap agroindustri akan mendorong tumbuhnya apresiasi, kepedulian dan dukungan yang lebih besar terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
"Di PAE, pengunjung juga dapat mengikuti pelatihan Petani Cilik, pelatihan komposting yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap pertanian dan lingkungan sejak dini," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi petani, PTPG juga menyerahkan beasiswa Petani Muda kepada 50 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian se-Jawa Timur.
Penyerahan beasiswa dilakukan dalam pembukaan PAE 2026 yang dihadiri Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah.
Sementara Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi komitmen PTPG dalam memajukan sektor pertanian, termasuk melalui upaya regenerasi petani di Jawa Timur.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda akan mempercepat terwujudnya pertanian yang modern dan berdaya saing.
"Hari ini pupuk semakin mudah didapatkan, harga pupuk semakin turun, offtaker semakin jelas, sehingga tidak ada lagi kata rugi. Untuk menarik minat generasi muda terhadap pertanian, harus untung dulu. Pemerintah memiliki perhatian besar saat ini," kata Bupati Yani.
Sementara Direktur Pupuk, Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian, Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani harus menjadi perhatian bersama.
Hal ini untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Saat ini, struktur usia petani Indonesia masih didominasi kelompok usia lanjut.
"Dari 29 juta petani Indonesia, sekitar 67 persen usianya sudah di atas 45 tahun. Ini adalah warning. Transformasi yang diinisiasi Kementerian Pertanian untuk menjadikan pertanian modern merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendukung regenerasi petani," kata Syamsuddin.