Bangun Bendungan Portabel di Kali Code, Pemkot Yogya Prioritaskan Wilayah Prawirodirjan dan Kewek
Hari Susmayanti July 27, 2026 06:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai mematangkan skema teknis realisasi pembuatan bendungan portabel atau temporary barrier di sepanjang aliran sungai di wilayahnya. 

Guna mewujudkan wahana air pendukung pariwisata tersebut, Pemkot Yogyakarta bakal menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan mengedepankan semangat gotong royong bersama masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan, pihak BBWS Serayu Opak telah memberikan sinyal positif secara lisan untuk mendukung penyediaan material pendukung berupa karung-karung penahan air. 

"Realisasinya nanti kita kerja sama dengan Balai Besar. Kemarin secara lisan Balai Besar menyampaikan ada sak-sak yang bisa dipakai untuk menahan air. Sehingga, nanti kita gotong royong mengisi dengan pasir yang ada, lalu bikin bendungan bersama," ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Hasto menjelaskan, bendungan buatan ini bersifat fleksibel dan bongkar pasang, sehingga keberadaannya dapat disesuaikan secara dinamis mengikuti siklus musim dan debit air sungai. 

"Sifatnya portabel ya, bisa dipindah atau dibedah setiap saat menyesuaikan musim," lanjutnya.

Dari beberapa aliran sungai yang membelah Kota Pelajar, Hasto menilai Kali Code menjadi lokasi yang paling memungkinkan dan paling siap untuk diterapkan teknologi bendungan portabel ini. 

Hal tersebut lantaran struktur fisik infrastruktur di sepanjang Kali Code dinilai sudah relatif aman dan stabil dengan keberadaan talut penahan luapan air.

"Yang paling memungkinkan salah satunya Kali Code saya kira. Karena, di sana kan sudah banyak bangunan-bangunan talut, sehingga alirannya cukup terkendali. Tapi, kalau Sungai Winongo, karena belum banyak bangunan talutnya, agak susah," jelasnya.

Mantan Kepala BKKBN tersebut membeberkan, terdapat dua titik strategis di aliran Kali Code yang dibidik menjadi lokasi prioritas pemasangan bendungan sementara. 

Titik pertama berada di kawasan utara Jembatan Kewek yang butuh bendungan portabel sebagai titik pendaratan kecil untuk mendukung aktivitas wisata arung jeram yang melintasi aliran dari arah atas. 

Sementara titik kedua berlokasi di kawasan Taman Perwira, Prawirodirjan, yang disiapkan agar genangan airnya aman dimanfaatkan untuk aktivitas bermain anak-anak hingga perahu wisata.

"Seperti yang di atasnya Kewek itu kan butuh pelabuhan kecil ya, untuk destinasi arung jeram dari atas, nah itu butuh genangan air. Di situ saya kira penting. Kemudian, di Prawirodirjan juga penting," kata Hasto.

Baca juga: Menikmati Pemandangan Kulon Progo dari Atas Lewat Wisata Paralayang Girisembung Kalibawang

Jaga ekosistem

Tak berhenti di Kali Code, Hasto menambahkan, Pemkot Yogyakarta juga tengah melirik potensi pengembangan kawasan air di aliran Sungai Gajah Wong, khususnya di kawasan Dermaga Cinta untuk dipelajari skema penataannya lebih lanjut. 

Sejumlah upaya sudah dilakukan, di antaranya dengan kegiatan Lomba Mancing Ikan Invasif dan Restocking Ikan Endemik, Minggu. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Yogyakarta melestarikan ekosistem sungai, sekaligus menghidupkan kembali potensi wisata air di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian pelestarian ekosistem Sungai Gajahwong yang diawali kerja bakti membersihkan sampah, Jumat (24/7/2026) lalu. 

Ia bilang, lomba mancing ikan invasif sengaja digelar untuk mengurangi populasi ikan nonlokal, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melepasliarkan ikan invasif ke sungai karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

"Harapannya masyarakat memahami bahwa ikan invasif tidak boleh dilepasliarkan ke sungai, karena dapat mendominasi habitat dan mengganggu ekosistem," ujarnya. 

Tak hanya lomba mancing, dalam kegiatan tersebut Pemkot juga melakukan restocking ikan endemik jenis nilem untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan Sungai Gajahwong. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.