Nasib Pelaku Vandalisme Ditegur Satpam Sebelum Tewas Terborgol di Jatiluhur: Dilarang Corat-coret!
Sinta Darmastri July 27, 2026 07:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Tabir gelap di balik tewasnya Sumarna (40), seorang satpam yang ditemukan mengambang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, perlahan mulai terkuak. Keberanian almarhum dalam menjaga ketertiban kawasan waduk diduga kuat menjadi pemicu aksi nekat para pelaku.

Awalnya, jasad Sumarna ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap pada Jumat (24/7/2026). Yang mengejutkan, kedua tangannya berada dalam kondisi terborgol di bagian belakang.

Bermula dari Teguran Vandalisme

Aksi keji ini disinyalir dipicu oleh teguran Sumarna terhadap sekelompok orang yang melakukan vandalisme. Menurut keterangan warga sekitar, Warta, almarhum sempat melarang aksi corat-coret fasilitas umum yang terjadi pada malam sebelumnya.

"Kabarnya dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi," kata Warta.

Di tengah kehebohan kasus ini, sempat beredar rekaman video dan status WhatsApp yang memperlihatkan coretan liar bernada provokatif di aspal area waduk. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara pria yang geram atas perusakan fasilitas publik dan menegaskan bahwa kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak berwajib karena mengandung unsur pidana.

Baca juga: Batu Numpang Purwakarta, Jabar: Pesona Tumpukan Batu Alam & View Eksotis Jatiluhur

Klarifikasi Polisi dan Hasil Visum

Namun, Kepolisian Resor Purwakarta langsung meluruskan kesimpangsiuran informasi mengenai rekaman video yang viral tersebut.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menjelaskan bahwa status media sosial itu bukanlah milik almarhum, melainkan rekan kerjanya. Meski demikian, pihak kepolisian membenarkan adanya aksi perusakan fasilitas sebelum tragedi terjadi.

"Benar adanya tindakan mural atau corat-coret. Itu masih kami dalami dari beberapa keterangan saksi," jelas AKP I Made Purwantara.

Guna mengusut tuntas misteri ini, polisi bergerak cepat dan telah mengamankan sejumlah pemuda yang sebelumnya sempat ditegur oleh korban untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Kami juga sudah mengamankan beberapa orang untuk diperiksa untuk pendalaman lebih lanjut terkait hal tersebut," lanjutnya.

Dari hasil visum awal, polisi menemukan fakta krusial bahwa korban telah menghembuskan napas terakhir di darat sebelum akhirnya dibuang ke dalam air. Selain itu, borgol yang terpasang di tangan korban diduga kuat merupakan peralatan milik Sumarna sendiri yang diambil oleh pelaku.

"Untuk hasil kesimpulan sementara sebelum meninggal dalam air, sebelumnya ada kejadian di seputaran TKP dimana korban lebih dulu meninggal di darat," ungkap Kasat Reskrim.

"Untuk borgol, benar bahwa korban ditemukan dalam keadaan tenggelam posisi ditemukan pada saat kami menggali informasi bahwa korban dalam keadaan terborgol. Borgol sendiri diduga dari milik korban," pungkasnya.

Kini, proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap motif utuh serta menetapkan status hukum bagi para pelaku yang telah diamankan.

(TribunStyle.com/WartaKota.com/Sanjaya Ardhi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.