TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok satpam yang ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
Korban diketahui ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam satpam dan berada di dalam air pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Selain identitas korban, perhatian publik juga tertuju pada dugaan isi komunikasi terakhir yang dilakukan satpam tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa korban sempat menegur sekelompok orang yang diduga melakukan aksi vandalisme di kawasan Perum Jasa Tirta (PJT) II.
Dugaan tersebut kemudian diperkuat oleh keterangan warga yang mengetahui adanya aktivitas corat-coret di sekitar kawasan waduk.
Sejumlah informasi di media sosial juga menyebut korban sempat membuat status WhatsApp yang memperlihatkan coretan vandalisme di tanggul Waduk Jatiluhur.
Dalam unggahan tersebut, terdapat pula permintaan agar coretan yang merusak fasilitas tersebut segera dibersihkan.
Seorang warga bernama Warta mengatakan bahwa peristiwa ketika satpam menegur orang yang diduga melakukan vandalisme terjadi pada Rabu (22/7/2026).
"Kabarnya dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi," katanya.
Baca juga: Kasus Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta, HP Korban dan CCTV Jadi Bukti Penting
Namun, polisi kemudian meluruskan informasi yang beredar mengenai status WhatsApp yang disebut-sebut dibuat oleh korban sebelum kematiannya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara memastikan unggahan tersebut bukan berasal dari akun milik korban.
"Itu bukan status korban melainkan milik rekannya," katanya.
Lebih lanjut, polisi menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tenggelam di dasar air dengan tangan terborgol.
Jenazah korban juga masih mengenakan seragam yang dikenakannya saat menjalankan tugas sebagai satpam di kawasan tersebut.
"Kondisi korban dalam keadaan terborgol sedang menggunakan seragamnya," katanya.
Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti.
Mulai dari handphone hingga handy talky (HT).
"Barang bukti yang kami amankan ada HP, kendaraan roda dua yang digunakan korban untuk ke tempat kerja, pakaian korban, sepatu, HT, itu saja yang kami amankan," katanya.
Polisi melakukan visum untuk memeriksa kondisi tubuh korban.
"Kami masih melakukan visum di Rumah Sakit Bayu Asih. Hasil belum kami terima, jenazah masih dilakukan pemeriksaan di rumah sakit," katanya.
Selain itu polisi pun akan melakukan otopsi.
Baca juga: Satpam Tewas Tangan Diborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Status WA Bak Petunjuk, Ungkap Kekesalan
"Setelah melakukan visum kita mengirimkan jenazah ke Rumah Sakit Kartika Asih untuk melakukan otopsi lebih lanjut guna melanjutkan penyelidikan mengetahui penyebab dari kematian korban," katanya.
Korban diketahui bernama Sumarna.
Usianya 42 tahun.
Ia merupakan suami dari Siti Mariam (42).
Mereka tinggal di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur.
Sumarna sudah 17 tahun lamanya menjadi satpam.
Ia dikenal sebagai pribadi yang bekerja keras.
Sayangnya Sumarna memang jarang sekali bercerita perihal masalah yang dialami.
Mariam cerita terakhir komunikasi dengan Sumarna pukul 22.00 WIB.
Korban mengirim chat tentang undangan rapat di desa.
Sumarna kemudian membalas dengan mengirim foto.
Ia juga mengirim chat, 'Ma ini ada Danru gak enak ditinggalin'.
Pukul 00.30 WIB, Mariam coba telepon tapi tidak diangkat.
Banyak tiga kali telepon darinya ditolak.
"Pas saya chat juga cuma centang satu," katanya.
Karena khawatir, pukul 02.00 WIB Mariam datang ke pos tempat Sumarna berjaga.
Tapi ia tidak bertemu dengan sang sumi.
Dua orang di pos mengira Sumarna sedang patroli.
"Karena motornya juga gak ada," katanya.
Pukul 04.30 WIB Mariam kembali, kali ini dia mendapati motor Sumarna dekat pos.
"Saya kira suami saya ada di pos, tapi pas saya cek ternyata gak ada juga," katanya.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Sanjaya Ardhi)