BANGKAPOS.COM -- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti resmi menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.
Kepastian tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Penunjukan Destry mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia yang mengatur bahwa apabila posisi gubernur kosong, maka Deputi Gubernur Senior secara otomatis menjalankan tugas sebagai pejabat Gubernur Sementara.
“Untuk selanjutnya, sesuai dengan UU Bank Indonesia, jabatan Gubernur BI akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior, yang selanjutnya akan menjalankan tugas sebagai pejabat Gubernur sementara. Yang dimaksud sebagai Deputi Gubernur Senior adalah Destry Damayanti,” kata Prasetyo Hadi di konferensi pers.
Sebelumnya, Perry Warjiyo telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026).
Baca juga: Sebelum Mengundurkan Diri, Perry Warjiyo Sempat Didesak Mundur Buntut Nilai Tukar Rupiah Melemah
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menerima sekaligus menyetujui pengunduran diri tersebut.
Menurutnya, Bank Indonesia tetap akan menjalankan perannya dalam menjaga stabilitas moneter, sementara pemerintah melanjutkan pengelolaan fiskal dengan koordinasi yang erat bersama bank sentral.
Sama seperti Perry Warjiyo, Destry Damayanti telah mengemban jabatan Deputi Gubernur Senior BI selama dua periode.
Periode pertamanya berlangsung pada 2019–2024 setelah resmi dilantik pada Agustus 2019. Selanjutnya, ia kembali memperoleh kepercayaan untuk menduduki posisi yang sama pada masa jabatan 2024–2029 usai mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Berdasarkan informasi di laman resmi Bank Indonesia, Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menamatkan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Perjalanan karier Destry dimulai sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada periode 2000–2003. Setelah itu, ia menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005–2006 dan menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas selama 2005–2011.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015.
Ia juga pernah dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015 sebelum menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015–2019.
Destry resmi menduduki posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2019–2024 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019 yang diterbitkan pada 29 Juli 2019. Ia kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Pada periode berikutnya, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024 tertanggal 10 Juli 2024 untuk masa jabatan 2024–2029. Ia kembali dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Mengutip dari elkhpn.go.id, Destry melaporkan harta kekayaan terbarunya pada 19 Maret 2026 untuk periodik 2025. Tercatat ia memiliki harta kekayaan senilai Rp. 100.236.436.493, beirkut rinciannya:
II. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 57.107.500.000
1. Tanah Seluas 336 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN ,
HASIL SENDIRI Rp. 7.500.000
2. Bangunan Seluas 38 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA ,
HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
3. Bangunan Seluas 38 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA ,
HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
4. Bangunan Seluas 105 m2 di KAB / KOTA PANDEGLANG, HASIL
SENDIRI Rp. 300.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 114 m2/187 m2 di KAB / KOTA KOTA
JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 3.500.000.000
6. Bangunan Seluas 34 m2 di KAB / KOTA TANGERANG, HASIL
SENDIRI Rp. 500.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 247 m2/247 m2 di KAB / KOTA KOTA
JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 6.000.000.000
8. Bangunan Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA KOTA SERANG, HASIL
SENDIRI Rp. 3.000.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 75 m2/172 m2 di KAB / KOTA KOTA
JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 6.100.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 45 m2/102 m2 di KAB / KOTA KOTA
JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 3.500.000.000
11. Tanah Seluas 291 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN ,
2025
HASIL SENDIRI Rp. 13.500.000.000
12. Tanah Seluas 1.438 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN
, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.077.500.000
1. LAINNYA, LITESPEED ROAD BIKE Tahun 2020, HASIL SENDIRI
Rp. 45.000.000
2. LAINNYA, DAHON SEPEDA LIPAT Tahun 2020, HASIL SENDIRI
Rp. 1.000.000
3. LAINNYA, PACIFIC SEPEDA LIPAT LISTRIK Tahun 2021, HASIL
SENDIRI Rp. 3.500.000
4. MOBIL, HYUNDAY IONIC 5 Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp.
450.000.000
5. MOTOR, VESPA VESPA SPRINT S 150 WHITE 2024 MY'24
Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 53.000.000
6. MOBIL, BYD BYD SEAL Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp.
525.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 12.364.262.000
D. SURAT BERHARGA Rp. 15.231.553.626
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 15.078.007.895
F. HARTA LAINNYA Rp. 2.898.349.972
Sub Total Rp. 103.757.173.493
III. HUTANG Rp. 3.520.737.000
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 100.236.436.493
(Bangkapos.com/Tribunnews.com)