TRIBUNWOW.COM - Nama pebulu tangkis Indonesia Fajar Alfian mendapat sorotan positif setelah sukses membawa Merah Putih menjuarai China Open 2026.
Bersama Muhammad Shohibul Fikri, Fajar berhasil mempertahankan tren positif setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, pada partai final yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (26/7/2026).
Kemenangan tersebut membuat Fajar/Fikri mencatatkan gelar beruntun (back-to-back) setelah sebelumnya juga menjadi kampiun Japan Open 2026, Minggu (19/7/2026).
Tak hanya itu, mereka juga sukses menaklukkan pasangan peringkat satu dunia dalam dua final beruntun sekaligus mempersembahkan gelar Super 1000 pertama bagi Indonesia pada musim 2026.
Penampilan konsisten Fajar sepanjang dua pekan terakhir semakin menegaskan statusnya sebagai ganda putra terbaik Indonesia di level dunia.
Baca juga: Hasil Final China Open 2026: Fajar Alfian/M Fikri Juara setelah Kalahkan Wakil Korea Selatan 2-1
Fajar Alfian lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 7 Maret 1995.
Pebulu tangkis berusia 31 tahun tersebut mulai mengenal bulu tangkis sejak usia dini melalui SGS PLN Bandung sebelum bergabung ke Pelatnas PBSI Cipayung.
Di lapangan, Fajar dikenal sebagai pemain depan (front court player) yang memiliki kecepatan tangan, refleks cepat, serta kemampuan mengatur ritme permainan.
Namanya melambung ketika dipasangkan dengan Muhammad Rian Ardianto.
Bersama Rian, Fajar meraih berbagai gelar bergengsi hingga pernah menduduki peringkat satu dunia sektor ganda putra.
Memasuki musim 2026, PBSI memasangkan Fajar dengan Muhammad Shohibul Fikri.
Keputusan tersebut langsung membuahkan hasil.
Duet baru ini sukses menjuarai Japan Open 2026 sebelum kembali berjaya di China Open 2026 dengan mengalahkan pasangan nomor satu dunia Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Keberhasilan tersebut semakin mempertegas kualitas Fajar sebagai pemain paling berpengalaman yang dimiliki Indonesia di sektor ganda putra.
(TribunWow.com/Peserta magang dari UNS Surakarta/Destia Ajeng)