Kronologi Lengkap Terduga Maling Ayam di Bali Meninggal Dikeroyok, Sempat Terekam CCTV
Wawan Akuba July 27, 2026 10:42 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kasus kematian seorang pria berinisial KD setelah diduga dikeroyok sejumlah warga di Kabupaten Tabanan, Bali, bermula dari dugaan pencurian ayam.

KD, warga Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, diduga tepergok mengambil ayam aduan di kawasan Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Sebelum aksi pengeroyokan terjadi, keberadaan KD di kawasan permukiman warga disebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV.

Baca juga: Penjelasan Pemkab Bone Bolango soal Penonaktifan Sementara Kepala Desa Toto Utara

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga rekaman tersebut berkaitan dengan aksi pencurian ayam yang dilakukan korban.

KD kemudian diketahui membawa dua ekor ayam yang diduga merupakan hasil pencurian.

Namun, rangkaian kejadian kemudian berkembang hingga terjadi aksi kekerasan terhadap KD.

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, korban kemudian dihadang warga ketika melintas di jalur keluar yang merupakan jalan buntu menuju kawasan hutan.

Situasi tersebut selanjutnya berujung pada pengeroyokan.

Dalam rekaman CCTV yang tengah dianalisis penyidik, terlihat sejumlah warga membawa kayu.

Beberapa orang juga terlihat melakukan tindakan terhadap kendaraan yang digunakan korban. Kendaraan tersebut kemudian dibakar.

Polisi masih mendalami secara keseluruhan rangkaian kejadian tersebut, termasuk peran masing-masing pihak yang berada di lokasi.

Saat anggota piket Polsek Baturiti tiba di lokasi, aksi penganiayaan telah selesai.

KD ditemukan dalam kondisi kritis.

Korban mengalami tiga luka robek di bagian kepala serta sejumlah luka lebam pada tubuhnya.

Petugas kemudian meminta bantuan warga untuk membawa KD ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

Namun, korban akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Ia membantah adanya keterlambatan dalam penanganan perkara.

Menurutnya, anggota piket Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah menerima laporan.

"Saat anggota tiba di lokasi, penganiayaan sudah selesai terjadi. Korban ditemukan dalam keadaan sekarat dengan tiga luka robek di bagian kepala serta sejumlah luka lebam di tubuhnya. Anggota lalu meminta bantuan warga untuk membawa korban ke rumah sakit," kata Bayu Pati.

Dalam proses penyelidikan, polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti berupa rekaman video yang beredar di masyarakat.

Sebanyak 18 saksi telah diperiksa oleh penyidik.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan pada korban, yakni sebilah pisau, sebuah ketapel, dan beberapa batu kecil.

Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti dalam proses penyidikan.

Dari hasil pemeriksaan saksi, rekaman video, serta informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, polisi kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, MK, dan ND.

Mereka diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap KD hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kelima tersangka dijerat Pasal 261 ayat (1) juncto ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terkait tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum.

"Untuk sementara kami fokus pada lima tersangka yang telah kami tetapkan. Jadi lima orang ini masih dalam pemeriksaan juga," ujar Bayu Pati, Minggu (26/7/2026) malam.

Meski telah menetapkan lima tersangka, polisi masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penyidik masih melakukan pendalaman berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi.

Polisi juga masih menganalisis rekaman CCTV untuk melengkapi rangkaian pembuktian dalam perkara tersebut.

Selain itu, penyidik berkoordinasi dengan dokter forensik untuk mendalami kasus kematian KD.

Bayu Pati mengatakan, perkara ini ditangani melalui dua laporan polisi yang berbeda.

Dugaan pencurian ayam ditangani oleh Polsek Baturiti.

Sementara kasus pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tabanan.

Terkait dugaan pencurian ayam, polisi juga masih mendalami jenis ayam yang dibawa korban dan besaran kerugian yang dialami pemiliknya.

Hingga kini, kepolisian belum memastikan nilai kerugian tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Di sisi lain, kematian KD meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung korban telah berkeluarga.

Sementara anak kedua masih duduk di kelas 1 SMA dan anak bungsunya bersekolah di kelas 1 SD.

Pemerintah Kabupaten Buleleng kemudian menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban.

Pendampingan dilakukan untuk membantu anak-anak dan keluarga menghadapi kondisi setelah kehilangan KD serta mencegah dampak trauma berkepanjangan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan pemerintah telah menyiapkan psikolog untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

"Besok sudah dilakukan penjangkauan dengan psikolog yang sudah kami siapkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan," ujar Kariaman setelah mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu (26/7/2026).

Selain pendampingan psikologis, pemerintah juga memberikan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian layak pakai.

Keluarga korban diketahui termasuk dalam kategori kurang mampu dan tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial.

Pemerintah daerah juga akan mengupayakan bantuan pemberdayaan keluarga serta mengusulkan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah apabila keluarga korban memenuhi persyaratan.

Dari sisi pendidikan, pemerintah memastikan kedua anak korban yang masih bersekolah tetap mendapatkan perhatian.

Anak bungsu KD saat ini bersekolah di SD Negeri di Sidetapa.

Sementara kakaknya masih menempuh pendidikan di SMK PGRI Seririt.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan bantuan pendidikan yang tersedia, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), selama anak-anak korban memenuhi persyaratan.

Pemerintah juga akan mengupayakan bantuan dari donatur yang sifatnya insidentil.

Untuk anak korban yang masih bersekolah di tingkat SMK, pemerintah turut menawarkan opsi mengikuti Program Sekolah Rakyat.

Melalui program tersebut, kebutuhan pendidikan peserta didik ditanggung oleh pemerintah.

Namun, keputusan untuk mengikuti program tersebut tetap diserahkan kepada keluarga korban.

"Kalau berkenan, nanti dipertimbangkan oleh pihak keluarga. Dari Dinas Sosial juga disarankan ikut ke Sekolah Rakyat," kata Surya Bharata. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.