Dokter Minta Keluarga Tak Abaikan Faktor Ini Saat Merawat Lansia
Arief Aszhari July 27, 2026 11:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Merawat orang lanjut usia atau lansia memang membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk memastikan kondisi kesehatan dan lingkungan tempat tinggalnya tetap aman. Pasalnya, lansia lebih rentan mengalami kondisi gawat darurat, yang dapat dipicu oleh masalah kesehatan maupun faktor lingkungan di sekitar rumah.

Menurut Wakil Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr. Muhadi, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, M.Epid, lansia tentu saja tetap berhak mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk harus tetap sehat.

Dirinya menjelaskan bahwa lansia sama sebagaimana manusia lainnya mengalami berbagai kondisi yang mungkin terjadi suatu kegawatdaruratan baik itu dipicu oleh faktor internal maupun faktor eksternal.

Dalam hal ini, faktor internal yang perlu diperhatikan, lanjut Muhadi, yang mungkin bisa menjadi pemicu suatu kegawatdaruratan berasal dari kondisi kesehatan lansia itu sendiri.

"Misalkan dia punya penyakit, kemudian tiba-tiba menjadi berat penyakitnya," ujar Muhadi, seperti disitat dari Antara, Minggu (26/7/2026).

Selain kondisi kesehatan, faktor lingkungan juga perlu diperhatikan dalam mengurus lansia. Muhadi menyampaikan bahwa kondisi kegawatdaruratan pada lansia juga dapat dipicu oleh faktor lingkungan yang kurang mendukung.

Ia mencontohkan seperti dalam satu lingkungan di rumah seperti pencahayaan yang kurang baik, atau permukaan lantai licin sehingga lansia mudah terjatuh.

“Jadi seharusnya mereka (para pendamping) yang bersama hidup dengan lansia harus memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal. Nah kita perbaiki faktor-faktor eksternal, internalnya,” tutur dia.

Pengasuhan yang Berbeda untuk Lansia

Lebih lanjut, Muhadi mengingatkan dalam merawat lansia membutuhkan pengasuhan yang berbeda dibandingkan dengan merawat anak-anak, atau orang sakit yang bukan berusia lanjut.

“Asuhan untuk mereka lansia tuh pasti berbeda dengan mengasuh anak-anak atau mengasuh orang sakit yang bukan lansia,” kata dia.

Sebelumnya, berdasarkan data Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 bahwa jumlah penduduk lansia (berusia >60 tahun) mencapai 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi.

Dalam hal ini, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular, yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada usia lanjut, seperti deteksi dini penyakit melalui cek kesehatan gratis (CKG), di mana sekitar 6,8 juta lansia sudah memanfaatkan CKG.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.