Satpol PP Damkar Sijunjung Catat 32 Kebakaran dan 183 Penyelamatan dalam Enam Bulan
Rahmadi July 27, 2026 11:01 AM

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, merilis data resmi penanganan kejadian kebakaran serta aksi penyelamatan non-kebakaran sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.

Berdasarkan rekapitulasi data operasional tersebut yang diterima TribunPadang.com, Senin (27/7/2026) petugas mencatat sedikitnya 32 peristiwa kebakaran dan 183 aksi penanganan non-kebakaran berhasil ditangani oleh tim personel pemadam di lapangan.

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Sijunjung, Syamsurijal, mengungkapkan bahwa intensitas permohonan bantuan dari masyarakat terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari bulan ke bulan.

Syamsurijal menjelaskan bahwa insiden kebakaran pemukiman warga masih menjadi ancaman utama yang menyumbang angka kejadian tertinggi dalam kategori pemadaman api.

Ia memaparkan bahwa musibah kebakaran bangunan rumah warga tercatat sebanyak 10 kasus sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Jambore PKK Dharmasraya 2026, Pulau Punjung Keluar Sebagai Juara Umum

"Untuk kategori kebakaran rumah pemukiman, angka terbanyak terjadi pada bulan Januari dengan total 4 kejadian, disusul Maret sebanyak 3 kasus, dan Februari 2 kasus," terang Syamsurijal.

Selain pemukiman warga, potensi bahaya dari gangguan arus pendek atau peralatan listrik dan elektronik juga menjadi penyebab kebakaran terbanyak kedua dengan total 5 kasus hingga pertengahan tahun ini.

Tidak hanya itu, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta insiden tumbangnya pohon yang memicu kebakaran juga turut menyumbang masing-masing 6 dan 5 kasus dalam catatan operasional damkar.

Sementara itu, pada kategori operasi non-kebakaran atau aksi penyelamatan (rescue), petugas Satpol PP Damkar Sijunjung berhasil menangani total 183 kasus penanganan darurat di tengah masyarakat.

Syamsurizal menyebutkan bahwa aksi evakuasi satwa liar yang masuk ke areal pemukiman warga, khususnya evakuasi ular, mendominasi laporan penyelamatan dengan jumlah yang sangat melonjak.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Terbaru Tembus Rp3.972 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

"Penanganan evakuasi ular menjadi kasus terbanyak dalam aksi penyelamatan non-kebakaran, yaitu mencapai 49 kejadian. Lonjakan puncaknya terjadi pada bulan April dengan 14 kali penanganan dan Juni sebanyak 10 kali," ungkapnya.

Penyelamatan darurat lainnya yang kerap ditangani petugas meliputi tindakan pemusnahan atau evakuasi sarang tawon dan lebah yang berbahaya sebanyak 25 kejadian, serta evakuasi pohon tumbang sebanyak 8 kasus.

Petugas juga secara aktif merespons berbagai panggilan bantuan unik dan darurat lainnya, seperti pemotongan cincin yang tersangkut di jari warga sebanyak 6 kasus, evakuasi kendaraan, hingga pertolongan warga yang jatuh ke dalam sumur.

Guna menekan angka potensi musibah kebakaran serta meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat masyarakat bawah, pihak Damkar Sijunjung juga gencar melaksanakan program sosialisasi dan edukasi.

Tercatat sebanyak 43 kegiatan sosialisasi keselamatan telah digelar hingga Juni 2026, di mana puncaknya dilaksanakan intensif pada bulan Mei dengan 13 kegiatan dan Juni sebanyak 19 kegiatan sosialisasi.

Syamsurijal mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sijunjung agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing, serta tidak ragu menghubungi layanan darurat Damkar jika membutuhkan bantuan penanganan keselamatan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.