SURYA.CO.ID SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan percepatan transisi energi nasional melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah memberikan bantuan untuk Program Piloting Produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi.
Program tersebut dijalankan PLN UIT JBM bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo sebagai upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan RDF Biomassa menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju Green Energy.
Baca juga: Dari Kebun Anggur Kediri, PLN UIT JBM Ukir Prestasi di TOP CSR Awards 2026
"RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih efektif dan penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat realisasi Green Energy secara nasional," kata Ika di kantor PLN UIT JBM kawasan Sepanjang, Sidoarjo, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, RDF Biomassa merupakan inovasi pengelolaan sampah yang mengubah limbah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi melalui proses pengolahan tertentu. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi batu bara pada pembangkit listrik maupun berbagai sektor industri, seperti industri semen dan pabrik gula.
"Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), program ini juga mendukung pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan," jelas Ika.
Bantuan TJSL tersebut diserahkan secara langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji.
Penyerahan bantuan turut disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi serta Kepala Desa Olehsari.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: PLN UID Jatim Ajak Masyarakat Nikmati Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Berkat bantuan ini, kami mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Dengan kapasitas mesin mencapai 10 ton, kami berharap kedepan semakin banyak wilayah yang bergabung, seperti Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dan Licin, sehingga kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru," ungkap Bibit.
PLN UIT JBM menargetkan hasil produksi RDF Biomassa dari Desa Olehsari mampu memenuhi standar kualitas sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pembangkit listrik maupun sektor industri.
Ke depan, inisiatif tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Ika menegaskan, PLN memiliki cita-cita agar RDF Biomassa dari Banyuwangi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi batu bara di PLTU Paiton. Langkah ini dinilai menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon.
"Kami memiliki cita-cita agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari nantinya dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. Ini merupakan wujud kontribusi nyata PLN UIT JBM dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di Indonesia," pungkas Ika.
Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelestarian lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan menuju masa depan energi yang lebih bersih.