Karhutla Tumbang Nusa Belum Padam, Api Meluas Bakar 60 Hektare dan Mengarah ke Tanjung Taruna
Sri Mariati July 27, 2026 11:05 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. 

Api dilaporkan masih bergerak dengan luasan terbakar yang terus mengalami perubahan. 

Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo mengatakan, luas lahan yang terbakar di kawasan Tumbang Nusa masih belum dapat dihitung secara pasti karena api hingga kini masih bergerak di lapangan. 

Berdasarkan data sementara Pusdalops, potensi area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 60 hektare.  

Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan kondisi di lokasi. 

"Api masih menyala dan masih bergerak terus. Untuk luasannya memang kami belum bisa melakukan penghitungan secara akurat," kata Herman kepada TribunKalteng.com, Senin (27/7/2026). 

Ia menjelaskan, pergerakan api yang masih berlangsung membuat pendataan luasan kebakaran belum bisa dilakukan secara final. 

"Berdasarkan data terakhir dari Pusdalops, potensi luas terbakar sekitar 60 hektare. Itu masih angka yang dinamis karena api masih terus menyala, sehingga kemungkinan bisa berubah," ujarnya. 

Herman menyebut, kebakaran tersebut telah berlangsung sejak 2 Juli 2026. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan pergerakan api. 

Menurutnya, salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah keterbatasan sumber air serta sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. 

"Secara umum yang menjadi kendala adalah sumber air. Kemudian akses menuju lokasi juga cukup sulit karena titik api berada di ujung dekat Sungai Kahayan," jelasnya. 

Selain itu, kondisi lahan gambut yang cukup tebal serta angin kencang di lokasi turut memperbesar tantangan petugas dalam menangani kebakaran. 

"Selain itu, kondisi gambut yang tebal dan angin yang cukup kencang di lapangan juga menjadi tantangan karena dapat memperbesar serta memperluas pergerakan api," katanya. 

Herman mengatakan, tim kesulitan mendapatkan akses air yang dapat digunakan secara langsung untuk mendekati titik api. 

"Karena untuk mendekati sumber api, kami tidak menemukan kanal atau akses air yang bisa digunakan untuk melakukan pemadaman secara langsung," ungkapnya. 

Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama tim gabungan terus mengupayakan sejumlah langkah, mulai dari meminta dukungan water bombing hingga penggunaan alat berat. 

"Tujuannya untuk membuat penyekatan atau memperdalam kanal yang sudah ada agar bisa menampung air dan membantu proses pemadaman," jelas Herman. 

Ia menyebut, wilayah terdampak berada dalam hamparan kawasan Tumbang Nusa. Namun, pergerakan api saat ini mulai mengarah ke wilayah Desa Tanjung Taruna yang masih berada di Kecamatan Jabiren Raya. 

"Kalau Tumbang Nusa wilayahnya cukup luas. Titik yang terdampak merupakan hamparan yang berada dalam wilayah Tumbang Nusa. Namun hari ini pergerakan api mengarah ke wilayah Desa Tanjung Taruna," ujarnya. 

Herman menegaskan, tim gabungan akan terus melakukan upaya pemadaman hingga api dapat dikendalikan. 

"Tidak ada pilihan lain, api memang harus dipadamkan. Dengan tim yang ada hari ini, kami akan terus berupaya dan bekerja maksimal melakukan pemadaman," katanya. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih saat kondisi musim kemarau dengan suhu panas dan ketersediaan air yang mulai berkurang. 

"Jangan melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. Hindari dan jangan lakukan pembakaran," tegasnya. 

Baca juga: UPDATE Api Karhutla di Palangka Raya Membakar 53,81 Hektare, Titik Api di Jekan Raya cek

Baca juga: 8 Warga Jadi Tersangka Karhutla, Kapolda Pastikan Penanganan Kebakaran di Tumbang Nusa Diperkuat

Menurut Herman, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya karhutla karena dampak kebakaran di musim kemarau cukup besar. 

Ia menambahkan, asap dari kebakaran tersebut diperkirakan mulai berdampak ke wilayah Tanjung Taruna. Namun kondisi masih dapat berubah karena api masih terus bergerak. 

"Kalau dilihat dari asapnya, wilayah Tanjung Taruna pasti akan terdampak. Kondisi ini memang masih berkembang karena api masih terus bergerak," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.