Kenapa Kucing Selalu Mendarat dengan Kaki, Bahkan Kalau Jatuh Terbalik?
Hari Susmayanti July 27, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Pernah melihat kucing jatuh dari pohon?

Begitu kehilangan pijakan, tubuhnya bisa terlihat seperti berputar sendiri di udara.

Kepalanya lebih dulu menghadap ke bawah, tubuhnya menyusul, lalu beberapa saat kemudian keempat kakinya sudah mengarah ke lantai.

Padahal, selama jatuh tidak ada benda yang bisa dijadikan pijakan untuk berputar.

Lalu bagaimana kucing bisa melakukan itu?

Semua Berawal dari Sistem Keseimbangan

Kemampuan ini punya nama sendiri, yaitu righting reflex atau refleks meluruskan diri.

Begitu kucing kehilangan pijakan dan mulai jatuh, tubuhnya langsung berusaha mencari kembali posisi yang benar.

Salah satu bagian penting dalam proses ini adalah sistem vestibular di telinga bagian dalam.

Sistem tersebut membantu otak mengetahui perubahan posisi dan gerakan kepala terhadap gravitasi.

Bisa dibilang, bagian ini seperti kompas kecil yang membantu kucing mengetahui mana arah atas dan bawah.

Informasi tersebut kemudian dipakai tubuh untuk mengatur posisi kepala lebih dulu.

Setelah kepala menghadap ke bawah, bagian tubuh lainnya ikut menyesuaikan.

Namun prosesnya ternyata tidak sesederhana telinga memberi perintah lalu tubuh mengikuti.

Penglihatan, sistem saraf, otot, dan informasi dari bagian tubuh lainnya juga ikut berperan. 

Bahkan dalam penelitian tertentu, kucing tetap mampu melakukan gerakan meluruskan tubuh setelah fungsi vestibular dan penglihatannya dihilangkan dalam kondisi eksperimen.

Artinya, kemampuan ini merupakan hasil kerja banyak bagian tubuh yang bekerja hampir bersamaan.

Kok Bisa Muter di Udara Tanpa Pijakan?

Nah, bagian ini yang lebih menarik.

Secara naluri kita mungkin berpikir bahwa benda yang sedang jatuh tidak akan bisa berputar sendiri.

Kalau mau memutar badan, bukankah harus ada sesuatu yang didorong?

Kucing punya cara lain.

Tubuhnya bisa dibagi menjadi bagian depan dan belakang yang bergerak dengan urutan berbeda.

Saat jatuh, bagian depan tubuh diputar lebih dulu, kemudian bagian belakang mengikuti.

Kuncinya ada pada tulang belakang yang sangat fleksibel.

Penelitian terbaru menemukan bahwa bagian tulang belakang dada kucing lebih fleksibel terhadap gerakan puntir dibandingkan bagian pinggang. 

Saat melakukan righting reflex, bagian depan tubuh memang terlihat menyelesaikan rotasinya lebih dulu sebelum bagian belakang.

Dengan cara seperti ini, kucing bisa mengubah posisi tubuhnya di udara tanpa perlu menyentuh benda lain.

Kalau dilihat sekilas, gerakannya cuma seperti kucing memutar badan.

Padahal dalam waktu yang sangat singkat, bagian tubuhnya sedang melakukan gerakan yang cukup rumit.

Ekor Ternyata Bukan Kunci Utamanya

Ekor memang membantu keseimbangan dan gerakan tubuh, tetapi bukan satu-satunya alasan kucing bisa mendarat dengan kaki.

Kucing mengatur posisi kepala, membengkokkan tulang belakang, menggerakkan kaki, dan mengubah posisi bagian depan serta belakang tubuh secara berurutan.

Itulah kenapa kemampuan tersebut tetap bisa dilakukan kucing meski tidak memiliki ekor.

Anak Kucing Juga Harus Belajar

Yang menarik, kemampuan ini tidak langsung sempurna sejak lahir.

Anak kucing yang masih sangat kecil belum mampu melakukan righting reflex seperti kucing dewasa.

Dalam penelitian mengenai perkembangan refleks ini, kemampuan tersebut baru terlihat berkembang setelah beberapa minggu dan kemudian mencapai kematangan sekitar satu bulan setelah lahir.

Bukan Berarti Kucing Kebal Jatuh

Meski punya kemampuan yang mengesankan, righting reflex tetap punya batas.

Refleks tersebut membantu kucing mengatur posisi tubuh sebelum menyentuh tanah. Tapi setelah itu, tubuh tetap harus berhadapan dengan benturan.

Kucing yang jatuh dari tempat tinggi tetap bisa mengalami patah tulang, cedera dada, cedera kepala, atau luka serius lainnya. 

Dengan kata lain, mitos soal kucing punya sembilan nyawa tetap saja cuma mitos.

Jadi lain kali melihat kucing terjatuh lalu tiba-tiba sudah menghadap ke bawah, jangan buru-buru menganggapnya sekadar keberuntungan.

Dalam waktu yang sangat singkat, sistem keseimbangan, otak, otot, dan tulang belakangnya sedang bekerja bersama untuk melakukan satu hal sederhana: memastikan kaki berada di bawah tubuh sebelum gravitasi menyelesaikan sisanya.

(MG Farhatiy Rijal)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.