BEM Polinef Gagas Kolaborasi Adat-Pemerintah Wujudkan Kedaulatan Pangan Papua
Hans Arnold Kapisa July 27, 2026 11:44 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mengusung inisiatif ketahanan pangan dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah, akademisi, praktisi, hingga masyarakat adat. 

Hal itu ditegaskan dalam Seminar Ketahanan Pangan bertajuk “Bersama Wujudkan Kedaulatan Pangan Papua” yang resmi dibuka Wakil Direktur I Polinef Bidang Akademik, Budiman, di Auditorium 1 Gedung Listrik Polinef, Senin (27/7/2026).

Ia menekankan bahwa kontribusi mahasiswa terhadap isu pangan tidak terbatas pada jurusan terkait, melainkan dapat dilakukan melalui berbagai bidang studi.

“Terutama dengan adanya Jurusan Agribisnis Perkebunan, mahasiswa harus lebih berperan, punya gagasan, dan daya kritis untuk isu pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Mustari, salah satu narasumber, menambahkan bahwa Indonesia perlu berpikir kritis menjawab tantangan pangan masa depan.

“Melalui penelitian dan kajian ilmiah, mahasiswa seharusnya mampu mengimplementasikan hasilnya bersama masyarakat demi mewujudkan kedaulatan pangan Papua,” katanya.

Baca juga: Tim Agroindustri Polinef Dorong Diversifikasi Produk Ikan dan Pemanfaatan Limbah Tenggiri

Ketua BEM Polinef, Said Umar Almahdaly, menegaskan Kabupaten Fakfak memiliki potensi sumber daya alam melimpah, mulai dari sagu, umbi-umbian, hasil pertanian, hingga kekayaan laut.

“Mahasiswa sebagai generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pendorong dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia berharap seminar ini menjadi ruang diskusi, pertukaran gagasan, serta penguatan sinergi antara akademisi, tokoh adat, pemerintah, dan generasi muda.

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, Apnel Hegemur, menekankan keterikatan pangan lokal dengan identitas masyarakat adat.

“Secara kultur, masyarakat Mbaham Matta punya hubungan erat dengan pangan, misalnya umbi-umbian.

Karena itu kami menyambut baik ajakan kolaborasi dalam mendukung kedaulatan pangan Papua,” tuturnya.

Sementara itu, ahli pangan, Desi, menyoroti pentingnya mengubah pola pikir masyarakat agar kembali mengutamakan konsumsi pangan lokal.

“Isu ketahanan pangan belum menjadi perhatian umum, padahal ini krusial. Melalui seminar ini kita bisa mendiskusikan dan mengupayakan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan,” tandasnya.

Seminar yang juga diinisiasi Pemuda Inspirasi Nusantara ini diikuti mahasiswa Polinef serta sejumlah perguruan tinggi di Fakfak.

Tema kegiatan menekankan peran kaum muda dalam mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan di Tanah Papua.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.