BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Sebanyak 346 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Magang Tahun 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Ratusan mahasiswa tersebut akan menjalani kegiatan selama sekitar 40 hari, mulai 27 Juli hingga 4 September 2026.
Mereka ditempatkan di 53 desa yang tersebar pada sembilan kecamatan di Kabupaten HSU.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi ULM, Yusuf Azis, Senin (27/7/2026) mengatakan pihak rektorat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN dan Magang yang digelar Fakultas Pertanian ULM tersebut.
Baca juga: Kemarau Ancam Banjarbaru, Sumur Warga di Guntungmanggis Mulai Kering dan Keruh
Baca juga: Rizki Berkorban Selamatkan Adik-adiknya, Rumah Ambruk di Tatah Layap Banjar Menelan Korban Jiwa
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ULM untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi.
“Insyaallah dengan penerjunan sekitar 346 mahasiswa ke sembilan kecamatan dan 53 desa ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan dan kemajuan pembangunan di Hulu Sungai Utara,” ujarnya.
Wakil rektor berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Terlebih, mahasiswa juga diharapkan dapat memperkenalkan dan mengaplikasikan berbagai teknologi tepat guna yang dikembangkan ULM, khususnya Fakultas Pertanian, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
“Harapannya kita bisa sekaligus mengenalkan berbagai macam teknologi tepat guna yang dimiliki ULM, khususnya di Fakultas Pertanian, yang bisa diaplikasikan dan diimplementasikan di masyarakat,” katanya.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Pertanian ULM, Dr. Ir. Noor Aidawati, M.Si., menjelaskan, 346 mahasiswa yang diterjunkan terbagi dalam beberapa skema kegiatan.
Sebanyak 211 mahasiswa mengikuti KKN multidisiplin yang berasal dari lima program studi. Kemudian 51 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Tanah mengikuti KKN monodisiplin, sedangkan 84 mahasiswa lainnya mengikuti program magang dari Program Studi Agribisnis.
“Totalnya ada 346 mahasiswa. Mereka terdiri dari 211 mahasiswa multidisiplin, 51 mahasiswa Ilmu Tanah atau monodisiplin, dan 84 mahasiswa magang dari Agribisnis,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut mencakup 37 desa sebagai lokasi KKN dan 17 desa sebagai lokasi magang, dengan sejumlah desa menjadi lokasi pelaksanaan KKN dan Magang secara bersamaan.
Kegiatan itu dikemas dalam 27 kelompok KKN multidisiplin, 10 kelompok KKN monodisiplin Program Studi Ilmu Tanah, serta 23 kelompok Magang Berdampak.
Selama berada di lokasi, para mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program yang telah disusun, tetapi juga membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, hingga pelaku industri kecil dan menengah.
Noor Aidawati berpesan agar mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater serta mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.
Wakil dekan juga meminta mahasiswa mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan kegiatan, sekaligus menjadikan pengalaman di lapangan sebagai proses pembelajaran.
Rangkaian kegiatan direncanakan ditutup dengan Ekspose Teknologi Tepat Guna dan Produk Kreatif Industri Desa pada 3 hingga 4 September 2026.
Forum tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan inovasi serta hasil pendampingan yang telah dilakukan selama berada di tengah masyarakat.
Disampaikannya, Faperta ULM berharap keberadaan mahasiswa selama 40 hari di HSU dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam mendorong pembangunan sektor pertanian dan potensi desa.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)