PWNU Sulut Siap Ikut Muktamar, Ulyas Taha Belum Tentukan Dukungan
Handhika Dawangi July 27, 2026 12:22 PM

MANADO, TRIBUN - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara (Sulut) belum menentukan siapa yang akan didukung untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Ketua PWNU Sulut Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd mengatakan, masih menunggu dan melihat kondisi terkini. 

"Kami dari Sulawesi Utara tentu akan mencermati dinamika yang sedang berkembang agar suatu ketika akan menentukan pilihan tepat pada orang yang benar-benar dapat diamanahi untuk menahkodai NU, dalam situasi dan kondisi Geopolitik Global yang menuntut kehadiran organisasi Nahdlatul Ulama untuk memberikan kontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia dan harmoni Keagamaan di tengah pergolakan dunia saat ini," ujar Ulyas kepada Tribun Manado, Minggu (26/7/2026) melalui pesan WhatsApp.

Lanjut Ulyas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan berlangsung 27 - 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur setelah melalui rangkaian proses Rapat Pleno PBNU pada beberapa waktu yang lalu. 

"Informasinya, segala persiapan sedang dilakukan di Pesantren dari seorang pendiri Nahdlatul Ulama Hadrastu syech KH. Wahab Hasbullah," ujar Ulyas. 

NU Sulawesi Utara rencananya siap mengikuti Muktamar. Namun belum secara keseluruhan bisa menjadi utusan atau peserta Muktamar. 

Ulyas mengatakan, setiap peserta biasanya 5 orang setiap PW dan PC namun sedang menunggu surat resmi dari PBNU. 

"Saat ini Sulawesi Utara memiliki 15 Pengurus Cabang NU. Namun ada 1 PC sedang dalam proses pengajuan perpanjangan SK karena sudah akan berakhir bulan September nanti. Sementara 14 PCNU sudah memiliki SK dan sah akan menjadi peserta Muktamar," ujar Ulyas. 

Untuk keseluruhan peserta yang menjadi utusan dari Sulut sekitar 80 orang dari PWNU dan PCNU. 

"Untuk meninjau dan penggembira belum bisa dipastikan saat ini. Tapi yang jelas akan banyak ikut sebab pengalaman Muktamar sebelumnya penggembira jumlah nya hampir sama dengan jumlah yang utusan," ujar Ulyas. 

Tentang Muktamar

Ulyas Taha mengatakan, permusyawaratan tertinggi di Perkumpulan Nahdlatul Ulama ini di samping akan merumuskan program strategis organisasi juga membahas hal-hal yang sifatnya Keagamaan yang menjadi ciri khas Organisasi Keulamaam ini.

Yaitu Bahtsul Masail (masail diniyah) yang terbagi dalam tiga komisi yaitu Komisi Wakiiyah (Masalah aktual), Komisi Maudhuiyah (Masalah Tematik) dan Komisi Qonuniyah (peraturan perundangan). 

Ketiga Komisi ini akan menghasilkan fatwah NU dibidang Keagamaan. 

Selain itu yang juga tidak kalah menariknya adalah pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031.

Beredar di berbagai media termasuk media sosial banyak kandidat calon Ketua Umum PBNU sebut saja: 

  • KH. Yahya Cholil Staquf (incumbent), 
  • Prof. Dr.KH Nasarudin Umar, MA (Menteri Agama),
  • KH. Zulfah Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU), 
  • Gus Kikin (Ketua PWNU Jatim), 
  • Gus Yusuf Chudori, 
  • Gus Salam.

Semua calon yang muncul akan berusaha untuk menarik simpati dari para pemegang hal suara di Muktamar nanti yakni Ketua PWNU dan Ketua PCNU SE Indonesia yang diperkirakan kurang lebih 500-an yang nanti akan ditetapkan sebagai peserta yang sah oleh Stering Committe Muktamar. (dik)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.