TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan pendidikan dua anak KD, pria yang diduga mencuri ayam dan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban aksi main hakim sendiri di Kabupaten Tabanan, Bali, tetap berlanjut.
Selain menjamin akses pendidikan, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikologis dan bantuan sosial bagi keluarga.
KD diketahui merupakan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ia meninggal dunia setelah diduga menjadi korban aksi main hakim sendiri usai tertangkap saat diduga mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Usai peristiwa tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak dan keluarga KD.
Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan pendampingan dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi mental anak-anak agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
"Pendampingan psikolog dilakukan agar kondisi mental anak-anak dapat dipulihkan dan tidak menimbulkan trauma berkepanjangan," ujarnya.
Baca juga: 5 Tersangka Pengeroyokan Pencuri Ayam di Bali Ditetapkan, Polisi Dalami Pelaku Lain
KD meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sedangkan dua anak lainnya masih menempuh pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga.
Selain itu, pemerintah akan mengupayakan bantuan pemberdayaan keluarga serta mengusulkan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) apabila keluarga memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, memastikan pendidikan dua anak KD tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.
Pemerintah akan mengoptimalkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) serta membuka peluang bantuan dari para donatur untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak tersebut.
Salah satu anak KD juga ditawari mengikuti Program Sekolah Rakyat dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
Meski demikian, keputusan mengikuti program tersebut tetap diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, KD diduga tertangkap saat mengambil ayam aduan milik warga.
Peristiwa tersebut kemudian berlanjut hingga terjadi dugaan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan KD meninggal dunia sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk dugaan pemicu aksi massa yang disebut berkaitan dengan keresahan warga akibat maraknya kehilangan ternak. (*)