Tutup Festival Moci 2026, Wabup Tegal Ahmad Kholid Ajak Warga Jadi Duta Budaya Teh
muslimah July 27, 2026 12:55 PM

Tutup Festival Moci 2026, Wabup Tegal Ahmad Kholid Ajak Warga Jadi Duta Budaya Teh


TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid mengajak seluruh masyarakat menjadi duta budaya bagi daerahnya sendiri saat menutup rangkaian Festival Moci 2026 dan Moci Bareng di Alun-Alun Hanggawana Slawi, Minggu (26/7/2026). 

Ajakan tersebut disampaikan pada Closing Ceremony yang menandai berakhirnya rangkaian acara selama tiga hari dan diikuti ribuan warga.

Mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Ahmad Kholid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. 

Ia menilai Alun-Alun Hanggawana selama tiga hari terakhir tidak hanya menjadi lokasi acara, tetapi juga ruang pertemuan budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat.

"Kita menyaksikan antusiasme masyarakat menikmati pameran produk teh, pertunjukan seni, berbagai perlombaan, hingga kegiatan moci bareng yang menjadi ciri khas Kabupaten Tegal," ujar Ahmad Kholid, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (27/7/2026). 

Ahmad Kholid menyebut, antusiasme yang tinggi membuktikan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa apabila dikemas secara kreatif dan inklusif. 

Menurutnya, tradisi moci mengandung nilai kebersamaan yang perlu terus dijaga sebagai jati diri masyarakat Kabupaten Tegal.

"Tradisi moci mengajarkan kita bahwa secangkir teh bukan hanya tentang minuman yang disajikan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan," tuturnya. 

Ahmad Kholid menegaskan, Festival Moci menjadi bukti budaya dapat menjadi penggerak pembangunan daerah apabila dipadukan dengan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM. 

Ia mengajak masyarakat memperkenalkan tradisi moci, produk teh, seni, dan kuliner khas Kabupaten Tegal kepada setiap pengunjung sejalan dengan semangat "Slawi Kota Teh Wangi Dunia" untuk memperkuat identitas daerah hingga tingkat internasional.

"Dukungan terhadap pelestarian budaya teh juga datang dari kalangan pelaku usaha," tegasnya. 

Pimpinan Kebun PT Sinar Sosro Gunung Slamet, Arief Maulana Yamin, menilai Festival Moci 2026 tidak sekadar ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi masyarakat mengenai budaya minum teh. 

Menurutnya, masih banyak masyarakat mengenal teh sebatas minuman sehari-hari tanpa memahami filosofi dan proses budidayanya.

Ia berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat meningkatkan fasilitas pendukung seperti ketersediaan air bersih, toilet umum, dan perluasan partisipasi masyarakat dalam berbagai perlombaan.

"Kami hadir bukan semata-mata untuk berjualan, tetapi menjalankan kewajiban moral memperkenalkan budaya minum teh yang baik dan benar kepada masyarakat," kata Arief.

Seorang peserta Moci Bareng, Irfan, warga Banjaran, menilai Festival Moci sebagai kegiatan positif yang melestarikan budaya khas Kabupaten Tegal sekaligus memperkenalkan produk teh lokal.

"Tradisi moci menjadi bagian dari budaya Kabupaten Tegal yang perlu terus dilestarikan. Saya berharap Festival Moci bisa terus diselenggarakan setiap tahun dengan persiapan yang semakin baik," harap Irfan. 

Rangkaian Closing Ceremony ditutup dengan kegiatan Moci Bareng yang diikuti ribuan peserta menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen menjaga tradisi moci sebagai identitas budaya Kabupaten Tegal yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. (dta) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.