Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Pelaku
Shinta Dwi Anggraini July 27, 2026 02:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka merespons keras peristiwa pengeroyokan hingga tewas yang menimpa seorang pria berinisial KD di Tabanan, Bali. 

Rieke mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan tidak memberi toleransi terhadap aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga.

"Tidak ada ruang untuk main hakim sendiri. Proses hukum harus jalan. Pelaku pengeroyokan wajib diusut tuntas," kata Rieke dalam keterangannya dikutip Senin (27/7/2026), dalam Kompas.com

Guna memastikan penanganan kasus ini berjalan menyeluruh dan transparan, Rieke juga mendesak aparat penegak hukum untuk tim khusus untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut guna mendalami pelaku pengeroyokan, penyebab kematian, serta ada tidaknya kelalaian pencegahan.

"Mari kita buktikan hukum berlaku untuk semua," ucap dia.

Baca juga: Deddy Corbuzier Cari Anak Korban Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Diamuk Massa di Bali: Saya Urus

RUTAN PONDOK BAMBU- Rieke Diah Pitaloka menlihat Kondisi kesehatan Nikita Mirzani menurun drastis di tengah masa penahanannya di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
RUTAN PONDOK BAMBU- Rieke Diah Pitaloka menlihat Kondisi kesehatan Nikita Mirzani menurun drastis di tengah masa penahanannya di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Instagram/riekediahp)

Di samping mendorong penegakan hukum terhadap para pelaku pengeroyokan, Rieke turut menaruh perhatian pada kondisi keluarga terduga pelaku yang ditinggalkan.

Ia berharap negara hadir memulihkan trauma anak dan menjamin kehidupan keluarga korban.

Dorong Solusi Sistemik dan Peran Pemda

Rieke menyebutkan, kemiskinan harus dilawan dengan kebijakan, bukan dengan kekerasan.

Politikus PDI-P itu juga berpesan kepada pemerintah daerah setempat untuk memperkuat tiga langkah preventif agar kejadian serupa tak berulang. 

Pertama, memberikan Jaring Pengaman Sosial yang menyasar keluarga rentan agar tidak ada lagi warga mencuri karena lapar.

Kedua, memberikan layanan hukum gratis di Desa agar warga tahu kemana mengadu selain ke massa. 

Ketiga, mengadakan pelatihan Pecalang & Aparat Desa tentang SOP penanganan terduga pelaku secara manusiawi dan menyerahkannya ke polisi.

Menurut pandangan Rieke, tragedi kekerasan massal ini menjadi pengingat penting bagi citra daerah tujuan wisata mendunia seperti Bali.

"Jangan sampai Bali hanya ramah untuk turis, tapi lupa melindungi rakyatnya sendiri," kata dia.

Baca juga: Sosok KD, Pelaku Pencurian Ayam Dikeroyok Massa Hingga Tewas di Tabanan Bali, Tinggalkan 3 Anak

Kronologi

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita itu diduga dipicu oleh keresahan masyarakat yang belakangan kerap kehilangan hewan ternaknya, khususnya ayam aduan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KD diduga tepergok mencuri seekor ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31), warga Banjar Dinas Juwuk Legi. 

Aksi tersebut langsung diketahui warga sekitar yang dalam waktu singkat berdatangan ke lokasi kejadian.

Emosi warga yang tersulut membuat situasi berubah ricuh hingga KD menjadi sasaran pengeroyokan. Akibat luka berat yang dialaminya, KD meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat diserahkan kepada pihak kepolisian. Selain itu, massa juga membakar sepeda motor yang diduga milik KD.

Saat ini, kepolisian tidak hanya menyelidiki dugaan kasus pencurian, tetapi juga tengah mendalami dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.