Bebas dari Tengkulak, Nelayan Bangka Selatan Segera Punya Kawasan Terpadu Koperasi Merah Putih
Evan Saputra July 27, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Nelayan tradisional di Kabupaten Bangka Selatan bakal segera terbebas dari ketergantungan pada tengkulak.

Melalui program prioritas nasional hasil kolaborasi KKP dan Kementerian Koperasi, Pemkab Bangka Selatan mengebut pembangunan kawasan terpadu Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tukak yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.

Program tersebut menjadi langkah awal membangun kawasan nelayan modern yang mengintegrasikan aktivitas penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan dalam satu ekosistem.

Kehadiran KNMP ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional sekaligus memperkuat ekonomi pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Yuni Hardi, mengatakan pembangunan KNMP merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Koperasi.

Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah yang mendukung pelaksanaan program prioritas nasional tersebut melalui pembangunan kawasan nelayan modern di Desa Tukak. Saat ini proses pembangunan masih terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2026 ini mendukung prioritas nasional, yaitu Koperasi Nelayan Merah Putih,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (27/6/2026).

Dedy Yuni Hardi menjelaskan KNMP dirancang sebagai program integrasi ekonomi pesisir yang menghubungkan nelayan, unit usaha koperasi, hingga pasar dalam satu rantai pasok dari hulu ke hilir.

Melalui sistem tersebut, hasil tangkapan nelayan tidak lagi dipasarkan secara terpisah, melainkan dikelola secara kolektif sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik. Konsep itu mampu memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai perdagangan hasil laut.

Menurutnya fungsi utama KNMP adalah menjadi agregator hasil perikanan yang mengumpulkan, mengelola, dan memasarkan hasil tangkapan laut secara lebih efisien. Skema tersebut diharapkan dapat memutus ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sehingga harga jual ikan menjadi lebih adil.

Selain itu, keuntungan dari pengelolaan hasil perikanan diharapkan kembali dinikmati oleh masyarakat pesisir melalui koperasi.

“Melalui koperasi, hasil tangkapan nelayan dapat dikelola, dipasarkan, dan disalurkan secara terintegrasi sehingga nilai tambah ekonominya kembali ke masyarakat desa,” jelas Dedy Yuni Hardi.

Ia menambahkan kawasan KNMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemasaran hasil tangkapan, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang usaha perikanan. Fasilitas tersebut meliputi cold storage, peralatan penangkapan ikan, bengkel peralatan nelayan, hingga sarana pengolahan hasil perikanan.

Keberadaan fasilitas terpadu itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha nelayan.

Selain infrastruktur utama, seluruh bantuan dan sarana pendukung akan ditempatkan dalam satu kawasan sehingga mudah diakses oleh anggota koperasi. Konsep tersebut diproyeksikan mampu menciptakan pusat aktivitas ekonomi pesisir yang terintegrasi, mulai dari produksi, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan. Pemerintah menargetkan keberadaan KNMP di Desa Tukak dapat menjadi model pengembangan kawasan nelayan modern di Kabupaten Bangka Selatan pada masa mendatang.

“Di dalam kawasan itu tergabung berbagai alat dan bantuan yang dibangun untuk mendukung seluruh aktivitas nelayan dalam satu lokasi,” ucapnya.

Dedy Yuni Hardi berharap pembangunan KNMP di Desa Tukak dapat segera selesai sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat pesisir. Saat ini proses pembangunan terus dikebut dengan target rampung pada Juli 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setelah selesai, kawasan tersebut akan mulai dipersiapkan untuk mendukung aktivitas koperasi dan pelayanan kepada nelayan.

“Pengerjaan kawasan Koperasi Nelayan Merah Putih di Desa Tukak ditargetkan selesai pada Juli 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan,” pungkas Dedy Yuni Hardi. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.