TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tanjung Jabung Barat akan mengirimkan tujuh delegasi untuk mengikuti Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.
Tujuh delegasi tersebut terdiri atas empat peserta dan tiga orang peninjau. Agenda lima tahunan organisasi itu akan menentukan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode mendatang.
Sekretaris PCNU Tanjung Jabung Barat, Dadang Aulia, mengatakan rombongan dijadwalkan berangkat dua hari sebelum pembukaan muktamar.
"Pembukaannya tanggal 27 Juli 2026. Jadi kami berangkat dua hari sebelumnya agar sudah berada di lokasi, insyaallah," kata Dadang, Senin (27/7/2026).
Menurut Dadang, salah satu isu yang akan dibawa dan dibahas dalam forum tersebut adalah persoalan pertambangan.
"Isu tambang, kalau memang PBNU mau melanjutkan, kita ingin mencari solusi yang sama-sama menguntungkan terhadap hasil akhir daripada tambang kemarin," ujarnya.
Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya pembagian hasil pengelolaan tambang di sejumlah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
"Nanti pada saat muktamar diputuskan bagaimana pembagian hasil dari tambang tersebut. Atau malah kita hentikan bersama-sama, itu belum ada titik temunya dari masing-masing cabang. Itu akan kita bahas nanti di sana," katanya.
Selain isu pertambangan, Dadang menambahkan forum muktamar juga akan membahas sejumlah program pemerintah, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pembahasan tersebut merupakan bagian dari peran NU sebagai mitra kritis pemerintah dalam memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan.
"Kontrol ormas terbesar di Indonesia terhadap program-program yang dilakukan oleh pemerintah. Apakah bernilai manfaat atau lebih banyak mudaratnya, itu tetap ada dalam Muktamar NU," pungkasnya.
Baca juga: Ketua PWNU Jambi Sebut Daftar Tokoh Potensial Ketua Umum di Muktamar Tambakberas