Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 12 dan 13, H.B. Jassin
Whiesa Daniswara July 27, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 Kurikulum Merdeka Bab 1 adalah Mengkritisi Informasi tentang Tokoh.

Informasi tertulis dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti poster, pamflet, brosur, dan infografik. 

Soal itu terdapat pada Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII yang ditulis oleh Bambang Trimansyah terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) cetakan pertama tahun 2022.

Untuk membantu memahami materi dengan lebih baik, Tribunnews.com menghadirkan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 12 dan 13 Kurikulum Merdeka. 

Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 12 dan 13 Kurikulum Merdeka di bawah ini.

Baca juga: 20 Soal TKA Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 dan Kunci Jawaban Tes Kemampuan Akademik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 12 dan 13 Kurikulum Merdeka

3. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan informasi yang telah kalian baca.

1. Apa hubungan H.B Jassin dan Chairil Anwar?

Jawaban: H.B Jassin dan Chairil Anwar berkawan baik.

2. Siapa yang mengungkapkan perihal minat Jassin terhadap dokumentasi?

Jawaban: Sokok yang mengungkap perihal minat H.B Jassin tehadap dokumentasi adalah Pamusuk Eneste.

Ia mengungkapkan bahwa minat H.B Jassin terhadap dokumentasi sudah dimulai sejak tahun 1920-an akhir saat usia Jassin masih 10 tahun.

3. Kapan Jassin datang ke Jakarta untuk bekerja?

Jawaban: H.B Jassin datang ke Jakarta untuk bekerja pada 1 Februari 1940.

4. Di mana Jassin Bekerja saat di Jakarta?

Jawaban: Saat di Jakarta, H.B Jassin bekerja di Balai Pustaka.

5. Bagaimana Jassin menyusun dokumentasi di Pusat Dokumentasi Sastra?

Jawaban: H.B Jassin menyusun dokumentasi di Pusat Dokumentasi Sastra dengan cara mengumpulkannya dalam map-map yang diurutkan secara alfabetis.

Map jenis pertama berisi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan individu pengarang.

Sementara map jenis kedua berisi permasalahan atau suatu soal.

6. Mengapa Jassin bersusah payah mengumpulkan dokumentasi sastra?

Jawaban: H.B Jassin bersusah payah mengumpulkan dokumentasi sastra karena ia memang menyukai dokumentasi.

Selain itu, H.B Jassin memiliki harapan bahwa dokumentasi sastra yang ia bangun dapat dijadikan bahan penyelidikan yang hasilnya diterbitkan dalam berbagai publikasi seperti buku, koran, dan majalah.

Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Kurikulum Merdeka Halaman 234: Sel Punca

Jawaban: 

1. Riwayat Pendidikan:

  • HIS Balikpapan (1927-1929)
  • HBS Medan (1932-1939)
  • Universitas Indonesia

2. Riwayat Pekerjaan:

  • Menjadi amtenar di Kantor Asisten Residen Gorontalo.
  • Bekerja di Balai Pustaka, Jakarta.

3. Minat terhadap Dokumentasi Sastra:

H.B Jassin sudah terlihat memiliki minat di bidang dokumentasi sejak usianya masin 10 Tahun dan bersekolah di HIS Balikpapan.

Menurut Pamusuk Eneste, Jassin sudah menyimpan bukunya secara teratur dan rapi saat itu

Jassin menyimpan buku-bukunya dan karangan sejak sekolah sampai kuliah di Universitas Indonesia dengan baik.

4. Hal yang Dilakukan dalam Pendokumentasian Sastra:

H.B. Jassin menggarap dokumentasi sastra secara sistematis di Balai Pustaka.

Ia menyusun map-map yang berisi karya sastra di Pusat Dokumentasi Sastra secara alfabetis, untuk para pengunjung.

5. Jasa dalam Dokumentasi Sastra:

Menyusun dokumentasi sastra Indonesia dengan sistematis hingga menjadi warisan berharga bagi kesusastraan Indonesia.

Jawaban:

1. Chairil Anwar

Chairil Anwar merupakan salah satu pelopor Angkatan 45 dalam Sastra Indonesia. Dia lahir pada tanggal 22 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara.

Pengalaman menulis Chairil Anwar dimulai sejak tahun 1942 dengan menciptakan sajak berjudul "Nisan" sampai pada akhir hayatnya tahun 1949.

Selain menulis karyanya sendiri, Chairil Anwar juga menerjemahkan sajak-sajak sastrawan asing.

Selama enam setengah tahun 1942-1949, Chairil Anwar telah menghasilkan 71 sajak asli, dua sajak saduran, sepuluh sajak terjemahan, enam prosa asli, dan empat prosa terjemahan.

2. Sutan Takdir Alisjahbana

Sutan Takdir Alisjahbana adalah pengarang Indonesia yang lahir pada 11 Februari 1908, di Natal, Tapanuli, Sumatra Utara.

Sutan Takdir Alisjahbana memiliki banyak karya, salah satu karyanya menjadi pemicu terjadinya polemik pada tahun 1936.

Sutan Takdir Alisjahbana meninggal pada 31 Juli 1993 dan dimakamkan di sebuah bukit di Bogor.

3. Pamusuk Eneste

Pamusuk Eneste adalah seorang pengajar, editor, dan sastrawan Indonesia yang lahir pada 19 September 1951.

Karya-karya dari Pamusuk Eneste berupa cerita pendek yang tersebar kemudian dibukukan.

Selain itu, ia juga menulis kajian-kajian atas karya sastra Indonesia.

*) Disclaimer: 

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.