TRIBUNNEWS.COM - Berangkat dari keprihatinan terhadap masih banyaknya perempuan Indonesia yang belum memiliki kemandirian finansial, Komunitas Perempuan Digdaya hadir sebagai wadah pemberdayaan perempuan melalui pendidikan kewirausahaan dan penguatan kapasitas bisnis di era digital.
Komunitas yang didirikan oleh Yeti Riyadi, Deni Indra, dan Fenny Rinanda ini lahir dari keresahan melihat masih banyak perempuan yang memiliki potensi besar untuk berwirausaha, tetapi belum berani memulai karena keterbatasan pengetahuan, akses pasar, maupun rasa takut untuk mandiri secara ekonomi.
Untuk memperkuat arah taktis dan kurikulum pemberdayaan berbasis riset, Komunitas Perempuan Digdaya juga diperkuat oleh pakar manajemen dan akademisi senior, Dr. Wisnu Sakti Dewobroto, S.T., M.Sc., yang duduk sebagai Strategic Advisory Board (Dewan Penasihat Strategis) organisasi.
Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Komunitas Perempuan Digdaya hadir untuk membangun kepercayaan diri perempuan Indonesia agar mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Saat ini, Perempuan Digdaya telah memiliki sekitar 1.000 anggota yang tersebar di wilayah Jabodetabek serta berbagai daerah di Indonesia. Para anggotanya berasal dari beragam sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, jasa, produk kecantikan, kerajinan tangan, hingga berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya.
Salah satu fokus utama komunitas adalah meningkatkan kapasitas anggotanya melalui edukasi yang tersegmentasi di bidang *digital marketing dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Program ini dirancang secara terukur agar para pelaku usaha perempuan mampu mengikuti perkembangan teknologi mutakhir dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana efisiensi operasional serta memperluas pasar.
Melalui berbagai pelatihan terfokus tersebut, para anggota dibekali kemampuan membangun identitas merek, menyusun strategi pemasaran digital yang tepat sasaran, mengoptimalkan media sosial, memanfaatkan marketplace, hingga mengadopsi perangkat AI untuk mendukung performa bisnis mereka.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, Komunitas Perempuan Digdaya juga aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran dan peluang usaha bagi para anggotanya.
Berbagai program pemberdayaan rutin diselenggarakan sepanjang tahun, di antaranya kelompok mentoring bisnis, workshop digital marketing, seminar kewirausahaan, pelatihan pengembangan usaha, diskusi bisnis, serta kegiatan kolaboratif yang mempertemukan para pelaku UMKM perempuan dengan praktisi, akademisi, pemerintah, dan dunia industri.
Melalui pendekatan tersebut, komunitas berharap mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung sehingga semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu membangun usaha secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui keikutsertaan Komunitas Perempuan Digdaya dalam CITA LOKA FEST 2026, sebuah ajang kolaborasi yang diselenggarakan oleh Tribun Network di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Perempuan Digdaya mengirimkan sejumlah anggota terbaiknya untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, media, dunia industri, serta berbagai pemangku kepentingan dari beragam sektor.
Pendiri Komunitas Perempuan Digdaya, Yeti Riyadi, mengatakan keikutsertaan para anggota dalam CITALOKAFEST 2026 merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam membuka akses yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha untuk berkembang.
"Besar harapan kami agar member-member yang terpilih ini mampu menambah jaringan networking kepada stakeholder yang hadir dalam CITA LOKA FEST 2026 dari berbagai instansi demi kemajuan usaha mereka ke depannya," ujar Yeti Riyadi.
Menurutnya, jaringan dan kolaborasi merupakan salah satu faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Karena itu, Perempuan Digdaya terus mendorong para anggotanya agar aktif membangun relasi, belajar dari berbagai pihak, serta memanfaatkan setiap peluang kolaborasi yang tersedia.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Wisnu Sakti Dewobroto selaku Strategic Advisory Board menekankan pentingnya adopsi inovasi dan validasi pasar bagi UMKM perempuan agar bisa naik kelas di kancah nasional maupun global.
"Kehadiran Perempuan Digdaya di CITALOKAFEST 2026 bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan langkah strategis bagi para pelaku usaha perempuan untuk memvalidasi potensi bisnis mereka secara riil di tengah ekosistem yang inklusif. Kami ingin memastikan program edukasi digital dan AI yang kami rancang secara segmented mampu mendorong efisiensi bisnis berbasis teknologi serta menciptakan dampak finansial yang berkelanjutan bagi para anggota," tegas Wisnu.
Selain menjadi ajang memperluas jejaring, keikutsertaan dalam CITA LOKA FEST 2026 juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru bagi para anggota, baik dalam bentuk pemasaran produk, pengembangan kapasitas usaha, pendampingan bisnis, maupun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga.
Ke depan, Komunitas Perempuan Digdaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.
Dengan semangat "perempuan saling menguatkan perempuan", komunitas ini optimistis dapat menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi yang mendorong lahirnya semakin banyak perempuan Indonesia yang berani memulai usaha, berkembang bersama, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.