Konflik Ipar Berdarah di Pasangkayu Tebasan Hingga Dapat 9 Jahitan Usai Datangi Rumah Kerabat
Ilham Mulyawan July 27, 2026 04:47 PM

 


TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Perkelahian menggunakan senjata tajam (sajam) yang melibatkan dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga terjadi di Dusun Palasari, Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. 

Insiden tersebut berakhir dengan aksi penusukan yang mengakibatkan seorang pria mengalami luka serius di bagian bahu kiri.

Baca juga: Pura-Pura Buang Sisa Makan Siang Tersangka Curanmor di Polman Kabur Lewati Petugas Polisi Kini DPO

Baca juga: Disergap Tim Gabungan Penjudi Sabung Ayam di Mamasa Kabur Kocar-Kacir!

Korban berinisial MA (29), warga Desa Motu, harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Baras II setelah mengalami luka tusuk di bahu kiri yang mengharuskannya menjalani sembilan jahitan. 

Sementara itu, pelaku berinisial M (36) alias Amos telah diamankan oleh personel Polsek Baras bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika pelaku sedang duduk di teras rumahnya. 

Tak lama kemudian, korban bersama seorang rekannya datang dengan membawa senjata tajam berupa badik dan parang. 

Situasi yang memanas membuat pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil sebilah badik.

Saat korban diduga mengeluarkan badiknya dari sarung dan mendekati pelaku, M mengaku merasa terancam sehingga melakukan perlawanan dengan menusukkan badik ke arah korban. 

Tusukan tersebut mengenai bahu kiri korban hingga menyebabkan luka yang cukup serius.

Usai kejadian, personel Polsek Baras bergerak cepat mendatangi lokasi, mengamankan pelaku beserta barang bukti, sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Diketahui, pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga. 

Istri pelaku dan korban merupakan saudara kandung, sehingga kasus ini menjadi perhatian karena dipicu konflik yang terjadi di lingkungan keluarga.

Pemeriksaan Polisi

Plh. Kapolsek Baras, IPDA Muh. Rusli, S.Sos, mengatakan pihaknya masih terus mendalami perkara tersebut dengan memeriksa pelaku, korban, serta sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun motif yang melatarbelakangi peristiwa itu.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terkait untuk memastikan rangkaian peristiwa secara lengkap,” ujar IPDA Muh. Rusli.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan, terlebih menggunakan senjata tajam yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Serahkan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum. Jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan karena selain berpotensi menimbulkan korban jiwa, juga akan membawa konsekuensi hukum yang lebih berat,” tegasnya.

Kasus penusukan tersebut kini masih dalam penanganan Polsek Baras. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.