TRIBUNSUMSEL.COM -- Tagihan kartu kredit Sarwendah disebut pernah menyentuh angka Rp100 juta dalam satu bulan.
Dari total tagihan tersebut, Ruben Onsu diminta untuk menanggung setengahnya, yakni sebesar Rp50 juta, dengan alasan peruntukan kebutuhan anak-anak.
Hal ini dibeberkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.
Ia mengungkapkan bahwa selama masa pernikahan, Ruben selalu diminta membayar separuh dari pemakaian kartu kredit tersebut tanpa pernah melihat lembaran rincian pembelanjaannya secara transparan.
"Tiap bulan Ruben dimintakan setengah dari seluruh pemakaian kartu kredit di bulan itu oleh S, alasannya untuk anak-anak," kata Minola Sebayang, dikutip dari tayangan Intens Investigasi, dalam Kompas.com, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Masuk Tahap Mediasi, Pihak Ruben Onsu Soroti Konsistensi Sikap Sarwendah Soal Nafkah Anak
Minola menjelaskan, Ruben bukannya enggan membayar, melainkan menginginkan kejelasan atas transaksi yang ditagihkan kepadanya.
Kliennya tersebut hanya menerima laporan dalam bentuk nominal angka tanpa adanya bukti atau daftar rincian barang yang dibeli.
"Ruben kan tanya, ini apa aja pembelanjaannya, kok cuma angkanya," kata Minola menirukan ucapan Ruben.
Bukannya memberikan transparansi rincian, pihak Sarwendah disebut hanya menyampaikan nominal akhir yang wajib dilunasi oleh Ruben.
"Enggak mau kasih, (cuma dijawab)'Bayar Rp 50 juta, itu setengah loh, tadinya Rp 100 (juta).' Tapi Ruben enggak pernah lihat tagihan sesungguhnya berapa," jelasnya.
Minola mengaku tidak mengetahui pasti apakah kartu kredit tersebut memang diserahkan Ruben khusus untuk keperluan anak-anak.
Namun, titik utamanya adalah kejelasan dan transparansi atas alokasi penggunaan dana tersebut.
Baca juga: Makin Memanas Usai Stop Nafkah, Ruben Onsu Enggan Bongkar Aib Sarwendah Meski Dicaci
Persoalan tagihan kartu kredit ini menjadi sorotan karena Ruben Onsu pada dasarnya tetap menjalankan kewajiban utamanya menyalurkan uang bulanan dalam jumlah yang tak sedikit.
Di luar kewajiban kartu kredit tersebut, Ruben masih rutin membayar uang bulanan lebih dari Rp200 juta yang juga diperuntukkan bagi kebutuhan anak-anak mereka.
Langkah Ruben yang akhirnya angkat bicara mengenai hal ini ditegaskan Minola bukan untuk menjatuhkan mantan istrinya, melainkan murni berdasarkan fakta dan data.
"Walaupun enggak ada manusia sempurna, saya kira Ruben enggak mungkin hanya untuk menyelamatkan nama baiknya melakukan pembohongan," ucap Minola.
"Kita keluar dengan data, saya juga enggak mau menyampaikan sesuatu yang enggak ada datanya. Saya selalu muncul dengan fakta," tegasnya.
Minola menegaskan kembali bahwa klarifikasi yang disampaikan Ruben ke publik bertujuan untuk meluruskan narasi-narasi yang beredar yang dinilai sudah menyimpang dari fakta sebenarnya.
"Selama ini bicara masalah nafkah, itu yang menjadi kendala anak-anak tidak berkumpul dengan orangtuanya," kata Minola.
Ia menilai, jika seluruh pernyataan yang disampaikan selama ini berlandaskan kebenaran, maka tidak ada alasan untuk merasa terpojok ketika fakta sesungguhnya dibuka.
"Dan kalau dari hasil klarifikasi itu akhirnya dia merasa dipojokkan karena ada kebohongan dalam pernyataan dia. Kalau misalnya seluruh pernyataannya itu kebenaran, kan enggak ada yang perlu dikhawatirkan?" tutur Minola.
Dinamika finansial ini menjadi bagian dari lika-liku proses pascabercerai kedua pasangan selebriti tersebut.
Seperti diketahui, Ruben Onsu mengajukan gugatan cerai pada 11 Juni 2024 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hingga akhirnya resmi bercerai secara verstek pada Selasa (24/9/2024) setelah membina rumah tangga selama kurang lebih 11 tahun.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com