- Persiapan perang darat kepung pasukan Amerika Serikat (AS) dimulai.
Komandan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengungkap bahwa pasukan Irak mulai siaga di zona Iran.
Mengutip Iran International pada (27/7), hal ini diumumkan oleh komandan itu dalam sebuah wawancara eksklusif.
Dilaporkan bahwa kehadiran personel PMF di Iran disinyalir kuat sebagai langkah persiapan menghadapi skenario perang darat melawan Amerika Serikat.
Pernyataan mengejutkan tersebut diungkapkan langsung oleh seorang komandan senior PMF dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media Iran International pada hari Senin.
“Kehadiran pasukan resmi organisasi tersebut di Iran mungkin bertujuan untuk mempersiapkan kemungkinan perang darat antara Iran dan Amerika Serikat,” kata komandan itu dalam sebuah wawancara eksklusif.
Komandan tersebut membenarkan bahwa sejumlah pejuang asal Irak yang berafiliasi dengan milisi Hashd al-Shaabi kini telah berada dan bersiaga di wilayah Iran.
Pihak PMF menilai pengerahan pasukan ke wilayah Iran sebagai tindakan yang sangat wajar dalam merespons eskalasi ancaman militer AS yang kian memuncak.
Para pejuang Irak tersebut kini diketahui memusatkan titik kesiapsiagaan mereka di kawasan Iran selatan untuk membentengi wilayah strategis tersebut.
Penempatan milisi ini diklaim bukan atas nama pengerahan organisasi resmi Hashd al-Shaabi, melainkan didasari dorongan ideologis dan solidaritas keagamaan.
Langkah ini diambil guna memberikan dukungan total kepada pemerintah Republik Islam Iran dalam menghadapi potensi invasi pasukan darat AS.
Komandan PMF menyamakan mobilisasi ini dengan aksi dukungan militan mereka yang sebelumnya pernah diterjunkan untuk membantu kelompok Houthi di Yaman.
Selain membahas kesiapsiagaan di Iran, ia juga memberikan bocoran terkait dinamika politik militer Teheran terhadap sekutunya di Yaman.
“Kehadiran anggota milisi ini di Iran mengikuti logika yang sama di mana sebagian dari mereka sebelumnya menganggap diri mereka berkewajiban untuk berdiri di sisi Houthi dan mendukung kelompok tersebut,” katanya.
Dukungan langsung Teheran terhadap kelompok Houthi diperkirakan bakal segera dihentikan secara drastis dalam beberapa hari mendatang.
Fokus pertahanan kini sepenuhnya dialihkan pada penguatan lini depan di tanah Iran guna mengepung dan memukul mundur potensi pergerakan pasukan AS.
“Tampaknya isu Houthi akan segera berakhir, dan Iran kemungkinan besar akan mengakhiri dukungannya terhadap Houthi dalam beberapa hari mendatang,” katanya.
“Baik dengan nama organisasi Hashd al-Shaabi atau nama lain, jika Iran, khususnya Garda Revolusi, meminta bantuan warga Irak yang secara ideologis setia kepada Iran, banyak orang akan dikirim untuk tujuan ini,” tambahnya.
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan dapat dengan mudah memanggil lebih banyak pejuang Irak yang setia secara ideologis kapan saja dibutuhkan.
Gelombang pengerahan milisi Irak ini menjadi sinyal kuat bahwa koalisi perlawanan siap melayani pertempuran darat secara terbuka melawan tentara Amerika Serikat