TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG- Empat anak di bawah umur menjadi korban kekerasan dan pencabulan yang dilakukan oleh pemilik Panti Asuhan Anak Terang Dunia.
Kasus tersebut diungkapkan oleh salah seorang anak berinisal CDN (12) yang pulang sekolah meminta pertolongan dan perlindungan kepada warga sekitar, pada Kamis (23/7/2026) kemarin.
Namun, warga yang bertanya-tanya menyuruh anak tersebut untuk kembali ke rumahnya yang merupakan panti asuhan.
Si anak tersebut tetap bersikeras jika kembali ke panti asuhan akan mendapatkan masalah hingga menjadi korban kekerasan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh pemilik panti asuhan bernama Fanalo Zai.
Warga yang kaget mendengarnya, mencoba menghubungi kepala dusun dan pemilik panti asuhan untuk bersama-sama mendengarkan ucapan si anak.
Setelah semuanya berkumpul, warga pun mencoba mengulang kembali cerita yang ungkapnya sebelumnya. Sementara itu pemilik panti mencoba membantah ucapnya sang anak.
"Karena pada Rabu (22/7/2026) malam, si korban ternyata dipukul gara-gara tugas memasaknya terlambat. Dengan seiringnya waktu, kami koordinasi, tiba-tiba anak ini mengungkapkan bahwasanya beliau ini bukan dipukul aja.
Saya (dia) pernah diperkosa sekitar kurang lebih ada 4 kali atau 5 kali," ucap Risman Rizaldi (56) kepala dusun IV saat ditemui Tribun Medan, Senin (27/7/2026).
Hingga berlarut malam, pukul 20.00 WIB, mediasi itu tak kunjung selesai, Kepala Dusun IV dan warga membawa sang anak dan pemilik panti asuhan keperawatan Mapolsek Medan Labuhan.
Mereka pun berangkat dari Jalan Serbaguna Ujung, Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang menuju ke Polsek Medan Labuhan, setibanya di Polsek.
"Malam hari itu juga bersama warga dan pelaku. Ingin membuktikan siapa yang benar ini. Apa pelaku apa korban?. Berangkat dalam perjalanan sekitar berapa kilometer kami berjalan. Intinya, kalau nggak salah saya di daerah Pasar 10 atau tanah 600.
Tiba-tiba hujan deras pada malam. Jadi kami sama-sama berteduh. Saya (kadus) bersama korban dan warga, sementara ia dan warga lainnya termasuk pelaku berpisah, tetapi warga sama pelaku juga ada itu sama-sama berteduh," ungkapnya.
Masih kata Kadus IV, mungkin perasaan terduga pelaku ini sudah takut karena hampir dekat menuju ke Polsek Medan Labuhan. Hingga akhirnya terduga pelaku mencoba bersilat lidah membuang air kecil dikamar mandi SPBU Tanah 600.
"Karena bukan satu aja korbannya berdasarkan dari pengakuan dari sang anak yang cukup berani ini. Memang harus ditunjukkan juga kan. Kalau nggak berlarut kasus tersebut. Ada tiga lagi korban bukan hanya dia," katanya.
Setelah itu, sih terduga pelaku ini tak kunjung kembali dari kamar mandi. Sementara itu, ia bersama korban dan warga lainnya kembali lanjut ke Polsek Medan Labuhan.
"Saya buat BAP, lanjut disarankan ada surat dari Polres Pelabuhan Belawan dan dilakukan visum ke Rumah Sakit Pirngadi Medan," tuturnya.
Masih kata Kadus IV, Risman mengungkapkan bahwa korban kekerasan dan pencabulan ini ada sebanyak empat orang anak dibawah umur.
Namun salah seorang anak berusia 10 tahun ini dibawa kabur oleh si terduga pelaku dikarenakan takut untuk diambil keterangan.
"Satu anak dibawa kabur sama familinya (terduga pelaku) yang jemput. Ada warga yang mengetahui pas pengambilan dari panti asuhan. Karena ini yang dibawa kabur agak parah kalau tidak salah duduk di bangku kelas 5 SD. Sementara itu body CDN ini agak kecil sedangkan yang kelas 5 SD ini besar badannya," lanjutnya.
Sementara itu, ketiga korban yang diketahui itu yakni CDN (12), RN (10), dan PAW (12) sedangkan satu anak lagi tidak diketahui namanya.
Kadus IV, menjelaskan bahwa peristiwa kekerasan dan pencabulan terhadap anak di panti asuhan ini baru pertama kali terjadi.
Dimana panti asuhan anak terang dunia ini dikelola oleh terduga pelaku bernama Fanalo zai sebagai pemilik panti.
Namun terduga pelaku saat ini melarikan diri atau kabur entah kemana.
Hal ini menjadi peringatan keras dan waspada bagi para warga agar tidak adanya kejadian yang kembali terulang kasus kekerasan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh pemilik panti asuhan.
(Cr9/Tribun-medan.com)