Sosok Aldin, Mahasiswa KKN Unpari Lubuk Linggau Tenggelam di Sungai Rawas Dikenal Suka Membantu
tarso romli July 27, 2026 10:27 PM

 

Baca juga: Empat Mahasiswa KKN PGRI Silampari Hanyut di Muratara, Tiga Selamat dan Satu Meninggal Dunia

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU — Kepergian Abdul Hadi Rohmadin (21), mahasiswa KKN Universitas PGRI Silampari (Unpari) yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan perahu di Sungai Rawas, menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan seposkonya. Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi ini tenggelam di aliran Sungai Rawas, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Senin (27/7/2026) sore.

Sementara itu, tiga orang rekan korban berhasil selamat setelah ditolong oleh warga setempat.

Rekan-rekan korban mengaku sangat terpukul dan tak menyangka mahasiswa yang akrab disapa Adin tersebut akan pergi untuk selamanya.

Padahal, pada Senin siang sebelum kejadian, Adin masih sempat makan bersama di posko sepulang dari kantor desa.

"Tadi siang kami masih makan bersama sepulang dari kantor, kami sangat-sangat shock," ungkap Halun, rekan satu posko dengan Adin, kepadaSripoku.com.

Di mata teman-temannya, Adin dikenal sebagai sosok yang periang, ramah, dan sangat suka membantu tanpa harus diminta.

"Beliau ini sosoknya agak pendiam, kalau sudah kenal orangnya ramah dan sangat baik, itulah sosoknya yang paling digemari di lingkungan kami," tambahnya.

Halun menjelaskan, almarhum bersama ketiga temannya pergi ke sungai dengan tujuan mencari bahan untuk program kerja (proker) kelompok KKN.

Di tengah perjalanan, perahu kecil yang mereka tumpangi menabrak sebatang kayu hingga terbalik dan membuat mereka tenggelam.

Sekretaris Pelaksana KKN Unpari Lubuklinggau, Riduan Febriandi, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

Menurutnya, para mahasiswa yang selamat saat ini masih mengalami trauma dan tengah menjalani observasi di puskesmas setempat.

"Sekarang mereka masih trauma, masih dilakukan observasi di puskesmas, hasilnya [kondisi korban selamat] cukup baik," kata Riduan.

Pihak kampus Unpari langsung menurunkan tim ke Desa Rantau Kadam untuk memberikan pendampingan psikologis maupun administratif bagi para korban selamat hingga tuntas.

Riduan menyebutkan bahwa pihak kampus sebenarnya telah berulang kali mengingatkan para mahasiswa agar berhati-hati dan menghindari aktivitas di sungai selama menjalankan KKN.

"Sebenarnya pihak kampus sudah sering menyampaikan ke masing-masing mahasiswa agar tidak bermain-main di sungai untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Tapi namanya anak anak sekarang, walau sudah diingatkan kadang masih saja," ujarnya.

Ia merinci, pelaksanaan KKN Unpari tahun ini berlangsung selama 40 hari dan saat ini sudah memasuki hari ke-29, menyisakan 11 hari lagi sebelum selesai.

Total terdapat 10 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Rantau Kadam. Terkait tindak lanjut program KKN pascakejadian ini, pihak kampus masih menunggu keputusan resmi dari pihak rektorat yang tengah menggelar rapat.

Baca juga: Breaking News : Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas Muratara, 4 Hanyut, Satu Masih Hilang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.