TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai lembaga di Kecamatan Windusari memeriahkan Gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas, bakat, sekaligus memperkuat semangat belajar dan bermain dalam suasana yang menyenangkan.
Mengusung semangat Hari Anak Nasional 2026 bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Gebyar PAUD menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara keluarga, pendidik, pemerintah, dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Ketua Panitia Gebyar PAUD Kecamatan Windusari, Sri Duriah, S.Pd. mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pentas seni, tetapi juga media untuk mengembangkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi anak sejak usia dini.
"Gebyar PAUD ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kreativitasnya. Kami ingin mereka tumbuh menjadi anak yang ceria, percaya diri, serta mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sesuai dengan dunia anak," ujar Sri Duriah.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
"Keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan seluruh elemen masyarakat," tambahnya.
Berbagai penampilan ditampilkan dalam Gebyar PAUD, mulai dari tari tradisional, senam bersama, pertunjukan musik, hingga berbagai kreativitas lain yang dipersiapkan oleh peserta didik bersama para guru.
Di Kecamatan Windusari sendiri, lanjut Sri Duriah, Himpaudi dan IGTKI digabung menjadi PKG Gugus Anggrek Kecamatan Windusari, dengan anggota seluruh anak Paud, Guru Paud, anak TK dan Guru TK se Kecamatan Windusari.
"Jadi kami bersama sama meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional, supaya kebersamaan anak anak dan juga guru guru di Kecamatan Windusari ini bisa terbangun," imbuhnya.
Peringatan Hari Anak Nasional sendiri merupakan momentum nasional untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Tahun ini pemerintah juga menguatkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GEMAS RANA) dan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai bagian dari upaya perlindungan anak secara berkelanjutan.
Melalui Gebyar PAUD, diharapkan anak-anak di Kecamatan Windusari semakin termotivasi untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan karakter positif sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dengan memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan yang berkualitas kepada setiap anak.