Warga Tugu Trenggalek Temukan Bayi Laki-Laki, Nasibnya Bakal Dibawa ke Surabaya
Pipit Maulidya July 27, 2026 11:32 PM

 

SUEYA.CO.ID - Bayi laki-laki yang ditemukan warga di Dusun Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur masih menjalani observasi.

Setelah dievakuasi dari puskesmas setempat, bayi malang tersebut menjalani observasi ketat di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Namun, bayi baru lahir ini berpotensi dipindahkan ke Surabaya apabila pihak keluarga tak kunjung datang.

Kronologi

Bayi tersebut sebelumnya dievakuasi dan dirujuk dari Puskesmas Tugu pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 09.20 WIB dengan didampingi petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Trenggalek.

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, mengungkapkan bahwa saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi fisik bayi masih belum dibersihkan secara medis pascapersalinan.

"Saat datang, bayi masih dalam kondisi kotor. Diduga proses persalinannya dilakukan secara tidak secara medis," terang Sujiono, Senin (27/7/2026).

Meskipun lahir tanpa bantuan medis yang higienis, hasil pemeriksaan medis lanjutan menunjukkan perkembangan kesehatan bayi yang sangat positif.

Bayi laki-laki tersebut memiliki berat badan 3 kilogram dan panjang badan 48 sentimeter.

Saat ini, pihak medis masih terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan sang bayi di ruang perawatan khusus.

"Saat ini bayi masih diobservasi di ruang Matahari, ruang perawatan bayi. InsyaAllah kondisinya sehat dan baik," terangnya.

Pihak RSUD dr Soedomo menjadwalkan masa observasi lanjutan selama tiga hari secara intensif.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada infeksi atau masalah kesehatan lain akibat proses persalinan yang kurang higienis di awal.

Dibawa ke Surabaya

Namun, apabila selama masa observasi tiga hari kondisi bayi dinyatakan benar-benar stabil dan tetap tidak ada keluarga yang mengambil, rumah sakit bersama Dinsos PPA telah menyiapkan langkah penanganan lanjutan.

"Setelah tiga hari, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan PPA untuk dirujuk atau dibawa ke Surabaya guna tindakan lebih lanjut," tutupnya. (Madchan Jazuli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.