'Lebarkan Sayap untuk Kuasai Jateng', Analisis Pengamat Soal Kaesang Maju Pileg 2029 dari Solo Raya
Doan Pardede July 28, 2026 12:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO -  Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, memutuskan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V atau Solo Raya.

Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan karena dapil itu selama ini dikenal sebagai salah satu basis terkuat PDI Perjuangan dan menjadi daerah pemilihan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Apabila Puan kembali maju dari Dapil Jawa Tengah V pada Pileg 2029, persaingan keduanya diprediksi menjadi salah satu kontestasi politik paling menarik.

Puan sendiri telah empat kali berturut-turut terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil tersebut, yakni pada Pemilu 2009, 2014, 2019, dan 2024.

Baca juga: Reaksi Ganjar Pranowo Saat Kaesang Pangarep Umumkan Nyaleg di Dapil Jawa Tengah V

Pengamat: Ada Dua Pertimbangan Utama

Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai keputusan Kaesang memilih Dapil Jawa Tengah V bukan tanpa perhitungan.

Menurutnya, terdapat dua pertimbangan utama yang melatarbelakangi langkah putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.

"Pemilihan Dapil Jateng V tampaknya atas pertimbangan matang. Setidaknya ada dua pertimbangan utama," kata Jamiluddin, Senin (27/7/2026), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

1. Solo Raya Dinilai Berpeluang Mengantarkan Kaesang ke Senayan

Pertimbangan pertama adalah peluang Kaesang meraih kursi DPR RI dari daerah kelahirannya.

Menurut Jamiluddin, Solo sebagai bagian dari Dapil Jawa Tengah V diyakini memiliki kedekatan emosional dengan Kaesang sehingga diharapkan mampu mendongkrak perolehan suara.

Selain mengejar kursi di Senayan, Kaesang juga dinilai ingin menjadikan Solo Raya sebagai basis baru PSI di Jawa Tengah.

"Kaesang selain berharap terpilih, juga ingin menjadikan Dapil Jateng V sebagai basis PSI di Jawa Tengah. Harapannya, dengan menguasai Dapil Jateng V, PSI dapat melebarkan sayapnya untuk menguasai Jawa Tengah," ujarnya.

2. Berpotensi Berhadapan Langsung dengan Puan Maharani

Pertimbangan kedua adalah kemungkinan Kaesang menghadapi langsung Puan Maharani dalam perebutan suara di Dapil Jawa Tengah V.

Menurut Jamiluddin, pertarungan tersebut memiliki makna politik yang lebih luas karena dipandang sebagai simbol persaingan pengaruh antara keluarga Joko Widodo dan keluarga Megawati Soekarnoputri.

"Kaesang ingin bertarung head to head dengan Puan Maharani pada Pileg 2029," katanya.

Ia menilai Solo Raya merupakan wilayah yang memiliki nilai strategis dalam peta politik Jawa Tengah sehingga menjadi arena penting bagi kedua kekuatan politik tersebut.

Jalan Kaesang Dinilai Tidak Mudah

Meski demikian, Jamiluddin menilai peluang Kaesang mengungguli Puan tidak akan mudah.

Menurutnya, Puan memiliki rekam jejak politik yang panjang di Dapil Jawa Tengah V dan telah membangun basis dukungan yang kuat selama empat periode.

"Faktor Kaesang semata tampaknya tak cukup kuat untuk menggusur Puan dari Dapil Jateng V, setidaknya bila pertarungan pada Pileg 2029 dilakukan secara jujur dan adil," ujarnya.

Ia juga menilai pengaruh Joko Widodo belum tentu mampu menjadi faktor penentu kemenangan Kaesang di Solo Raya.

Karena itu, ambisi PSI menjadikan Solo Raya sebagai basis politik baru diperkirakan akan menghadapi tantangan besar.

Dapil Jawa Tengah V Dijuluki "Dapil Neraka"

Dapil Jawa Tengah V meliputi:

  • Kota Surakarta (Solo)
  • Kabupaten Boyolali
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Sukoharjo

Wilayah ini kerap dijuluki "dapil neraka" karena dihuni sejumlah politikus nasional dengan basis suara yang kuat.

Pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan menjadi partai dengan perolehan suara terbesar di dapil tersebut, yakni 774.282 suara.

Di bawahnya berturut-turut terdapat:

  • Golkar: 335.804 suara
  • Gerindra: 302.492 suara
  • PKS: 197.614 suara
  • PSI: 134.249 suara

Secara individu, Puan Maharani menjadi caleg dengan perolehan suara tertinggi, yakni 297.366 suara, disusul Adik Sasongko (142.405 suara) dan Singgih Januratmoko (125.067 suara).

Rekam Jejak Puan Maharani di Dapil Jawa Tengah V

Puan Maharani telah empat kali maju dari Dapil Jawa Tengah V, yaitu:

  • Pemilu 2009: Terpilih menjadi anggota DPR RI.
  • Pemilu 2014: Kembali terpilih sebelum mengundurkan diri karena diangkat menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
  • Pemilu 2019: Terpilih dan menjabat Ketua DPR RI periode 2019–2024.
  • Pemilu 2024: Kembali terpilih dan melanjutkan jabatan sebagai Ketua DPR RI.

Baca juga: Kaesang Pangarep Maju di Pileg 2029, Perang Terbuka Banteng vs Gajah di Jateng

Ganjar: Semua Warga Berhak Maju

Politikus PDIP sekaligus mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai keputusan Kaesang maju dari Dapil Jawa Tengah V merupakan hak setiap warga negara.

"Dia bukan PDI Perjuangan. Jadi, setiap masyarakat punya hak dan negara melindungi hak untuk turut serta di dalam pemerintah," kata Ganjar di Kantor DPP PDIP, Minggu (26/7/2026).

Ganjar juga menepis anggapan bahwa langkah Kaesang merupakan bentuk tantangan kepada PDIP.

"Orang nyalon kok nantang. Kamu nyalon boleh. Semuanya boleh," ujarnya.

Saat ditanya apakah Jawa Tengah masih menjadi "kandang banteng", Ganjar menjawab singkat, "Saya masih yakin kandang banteng."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.