Berita Malang Raya Populer: Rute Trans Jatim Malang-Kepanjen, Protes Ucapan Londo Ireng Prabowo
Sarah Elnyora Rumaropen July 28, 2026 09:35 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Luluul Isnainiyah/Purwanto

SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA - Rute bus Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen yang melintasi jalur Hamid Rusdi - Gondanglegi - Talangagung resmi ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Timur (Jatim).

Sementara itu di Kota Malang, sekitar 50 jurnalis dari empat organisasi profesi menggelar aksi unjuk rasa dengan aksi berjalan mundur di Alun-alun Tugu Malang, Senin (27/7/2026).

Aksi demonstrasi ini digelar sebagai bentuk protes keras dan kecaman atas pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis sebagai Londo Ireng.

Berikut ulasan selengkapnya:

Rute Trans Jatim Malang-Kepanjen

Penentuan rute bus Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen yang melalui Kecamatan Gondanglegi resmi ditetapkan setelah Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang melakukan survei penitikan halte pada Senin (27/7/2026).

Sebelumnya, Dishub Kabupaten Malang mengusulkan tiga opsi rute Trans Jatim dari Kota Malang menuju Kepanjen, yaitu Hamid Rusdi - Kacuk - Talangagung, Hamid Rusdi - Sempalwadak - Talangagung, serta Hamid Rusdi - Gondanglegi - Talangagung.

Dari ketiga usulan tersebut, jalur Hamid Rusdi - Gondanglegi - Talangagung akhirnya disepakati sebagai rute resmi.

Menurut Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim, Ainur Rofiq, penentuan rute tersebut didasari oleh beberapa pertimbangan utama.

Pertama, rute ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah berupa penyediaan fasilitas halte.

Kedua, permintaan pengguna angkutan umum di kawasan Gondanglegi tergolong cukup tinggi, namun selama ini belum didukung oleh sarana angkutan yang memadai.

"Trans Jatim ini kan Buy The Service (BTS), jadi bus ini ada atau tidak adanya penumpang tetap jalan. Dari sini harus ada kepastian layanan, kalau sudah ada kepastian, maka otomatis masyarakat akan terbantu dengan keberadaan Trans Jatim," kata Rofiq ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.

Target Beroperasi Oktober 2026

Bus Trans Jatim Koridor II ini direncanakan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Guna mengejar target tersebut, survei lokasi halte mulai dilaksanakan dengan menyusuri jalur Terminal Hamid Rusdi - Bululawang - Gondanglegi - Terminal Talangagung.

Petugas Dishub menargetkan survei pada kurang lebih 40 titik halte, yang terbagi atas 20 titik ke arah Malang dan 20 titik menuju Talangagung.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan posisi halte benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kalau tidak sesuai, kita geser. Jadi rencana kita penitikan itu sebenarnya banyak, tapi kadang-kadang space-nya kurang. Apa terlalu berdekatan, itu juga kita akan bergeser lagi. Kan kalau titik-titik berdekatan, itu nanti mempengaruhi waktu tempuh Trans Jatim," sambungnya.

Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Selasa 28 Juli 2026: Udara Kabur dan Hujan, Suhu Dingin 14 °C

Rofiq menjelaskan, penentuan titik halte tidak terpaku pada jarak ideal seperti 1 atau 2 kilometer.

Pertimbangan utamanya adalah potensi pergerakan penumpang di lokasi tersebut, seperti area pasar, sekolah, pondok pesantren, hingga persimpangan desa. Beberapa lokasi yang sudah disurvei di antaranya adalah halte di depan SMP NU dan Balai Desa Gondanglegi Kulon.

Setelah proses survei selesai, pihak Dishub akan menggelar evaluasi satu minggu kemudian untuk menyerap masukan maupun potensi penolakan dari warga setempat.

"Misalkan titiknya jangan di sini, agak sebelah atau digeser ke kanan atau ke kiri, pasti ada itu. Evaluasi akan dilakukan satu minggu setelah ini," bebernya.

Survei berlangsung satu hari penuh sejak pagi hingga sore hari.

Hingga pukul 14.30 WIB, petugas dilaporkan telah menyelesaikan survei di 20 titik hingga Desa Gondanglegi Kulon, dan menyisakan sekitar 20 titik lagi menuju Terminal Talangagung.

Jurnalis Malang Raya Protes Ucapan Prabowo

Pada hari yang sama, Senin (27/7/2026), puluhan jurnalis di Kota Malang menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Tugu.

Aksi ini dipicu oleh pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis sebagai salah satu bagian dari "Londo Ireng".

Gabungan empat organisasi profesi yaitu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang—turun ke jalan untuk menyuarakan protes keras.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membentangkan poster berisikan pesan penolakan tuduhan Londo Ireng serta memajang foto para pahlawan nasional yang memiliki latar belakang jurnalis, seperti WR Soepratman, Adam Malik, Tirto Ardi Soerjo, HOS Tjokroaminoto, SK Trimurti, Roehana Koeddoes, H Agus Salim, dan Mohammad Yamin.

Juru bicara aksi yang juga Ketua AJI Malang, Benni Indo, menegaskan kehadiran poster para pahlawan tersebut untuk mengingatkan publik bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak lepas dari peran insan pers.

"Saya membawa poster WR Soepratman. Beliau adalah jurnalis yang menciptakan lagu Indonesia Raya. Tuduhan Londo Ireng yang dialamatkan kepada jurnalis, saya maknai juga tuduhan kepada WR Soepratman. Itu tidak tepat," tegas Benni, Senin (27/7/2026).

Baca juga: 3 Ranperda Baru Kota Batu Disetujui, Atur Soal Desa Hingga Perlindungan Perempuan dan Anak

Benni menilai tuduhan Presiden Prabowo mencerminkan sikap anti-kritik. Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui media massa adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

"Kritik itu bukan pelanggaran pidana. Saat media massa menyampaikan kritik, harus dimaknai kalau kami, jurnalis, memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat," paparnya.

Benni juga menyarankan agar Presiden Prabowo tidak mengedepankan emosi saat berpidato di depan publik.

"Masyarakat itu punya hak mendapatkan informasi yang benar. Alih-alih transparan terhadap kebijakan, presiden justru menyudutkan satu-dua pihak. Kami sangat menyayangkan ini," terangnya.

Desak Permintaan Maaf Presiden

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut ucapannya serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Aksi teman-teman jurnalis hari ini meminta agar Presiden RI, Prabowo Subianto, mencabut ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka," ujar Cahyono. Menurutnya, sebagai pejabat publik, ada tanggung jawab moral yang harus dijaga oleh seorang presiden.

Kecaman senada disampaikan oleh Ulul Azmi, jurnalis yang bertugas di Kota Batu. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai bentuk tindakan represif dan menunjukkan pandangan presiden yang menganggap jurnalis sebagai musuh.

"Kondisi pekerja media saat ini semakin menantang. Beberapa kali Prabowo berhadapan dengan media. Tidak sekali ini saja. Dulu, saat masih kampanye, juga pernah mengusir jurnalis karena dianggap tidak mendukung posisinya," kata Azmi.

Baca juga: Selamat dari Maut, Warga Gempol Pasuruan Saksikan Rumah dan Tempat Usahanya Dihantam Truk Rem Blong

Azmi menambahkan, akses informasi publik di lapangan hingga kini masih sulit didapat.

Stigma Londo Ireng dikhawatirkan akan semakin memperburuk prasangka masyarakat terhadap profesi wartawan.

"Orang bisa berprasangka saat bertemu jurnalis nantinya," kata Azmi.

Unjuk rasa yang diikuti sekitar 50 demonstran tersebut diwarnai dengan aksi berjalan kaki mundur mengitari Alun-alun Tugu. 

Aksi jalan mundur ini menjadi simbol kemunduran demokrasi di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Para jurnalis juga menutup mulut mereka dengan masker hitam sebagai simbol adanya upaya pembungkaman terhadap kemerdekaan pers, sambil menunjukkan poster para tokoh pahlawan kepada para pengguna jalan yang melintas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.