200 Tentara AS Tewas di Tangan IRGC, Pentagon Diam-diam Revisi dan Kurangi Data Korban Perang Iran
Aura Dewi Arafuru July 28, 2026 11:42 AM

- Klaim Iran soal korban perang Amerika Serikat kembali menjadi sorotan.

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC sebelumnya mengklaim lebih dari 200 tentara AS tewas selama Operasi Nasr 2.

Di saat yang sama, Pentagon justru menjadi perhatian setelah mengubah data korban dalam sistem resminya.

Perubahan tersebut memicu pertanyaan mengenai jumlah korban sebenarnya dalam perang Iran.

Laporan AP News menyebut empat tentara AS yang sebelumnya tercatat gugur mendadak tidak lagi muncul dalam daftar korban perang Iran.

Jumlah korban tewas di situs resmi Pentagon juga sempat turun dari 18 menjadi 14 personel.

Empat nama itu kemudian dipindahkan ke kategori baru bernama Overseas Operations atau Operasi Luar Negeri.

Kategori baru tersebut juga mencantumkan ratusan personel yang mengalami luka-luka selama operasi di luar negeri.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, membantah perubahan itu dilakukan untuk menutupi jumlah korban perang.

Ia menyebut penurunan angka tersebut hanya disebabkan gangguan sementara pada sistem pencatatan data.

Pentagon juga disebut mengubah metode pelaporan melalui sistem Defense Casualty Analysis System atau DCAS.

Di akhir Juli, data kembali diperbarui dengan memasukkan lagi empat prajurit yang gugur ke dalam daftar resmi.

Pada pembaruan yang sama, jumlah personel terluka juga dilaporkan meningkat hingga mencapai 624 orang.

Di sisi lain, klaim IRGC mengenai lebih dari 200 tentara AS yang tewas hingga kini belum dikonfirmasi pemerintah Washington.

Perbedaan antara klaim Iran dan perubahan data Pentagon pun memicu sorotan terhadap transparansi laporan korban perang.

Hingga kini, Pentagon menegaskan perubahan data tersebut merupakan penyesuaian sistem.

Sementara jumlah korban sebenarnya dalam perang Iran masih terus menjadi perhatian publik dan pengamat militer.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.