TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil katolik Rabu 29 Juli 2026.
Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk perayaan wajib (PW) Santa Marta, Perawan dan sahabat Yesus .
Perayaan wajib Santa Marta, Perawan dan sahabat Yesus dengan warna liturgi putih.
Bacaan hari Rabu: 1Yoh. 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7, 8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42 dan BcO Ayb 32:1-6; 33:1-22.
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Rabu 29 Juli 2026, Perayaan Wajib Santa Marta
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Mazmur Tanggapan: 34:2-3,4-5,6-7, 8-9,10-11
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.
Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia
Bacaan Injil Katolik: Yoh. 11:19-27
P: Inilah Injil Yesus karangan Yohanes
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
Kita melihat dua sisi pelayanan kepada Yesus melalui kisah Marta dan Maria. Marta sibuk dengan berbagai pelayanan, sedangkan Maria memilih untuk duduk di dekat kaki-Nya dan mendengarkan perkataan-Nya. Marta merasa terbebani dan meminta Yesus menegur Maria. Namun, Yesus dengan lembut berkata, "Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari dia."
Peristiwa ini sering kali ditafsirkan sebagai kontras antara tindakan dan kontemplasi, antara pelayanan aktif dan mendengarkan Sabda. Namun, esensinya adalah tentang prioritas dan keseimbangan. Marta menunjukkan keramahan dan pelayanan praktis yang penting, tetapi Maria menyadari bahwa mendengarkan dan bersekutu dengan Yesus adalah yang terutama. Yesus tidak menolak pelayanan Marta, tetapi Ia menyoroti bahwa ada kebutuhan yang lebih mendasar, yaitu kebutuhan rohani untuk bersekutu dengan-Nya.
Peringatan Santa Marta, Maria, dan Lazarus mengajak kita untuk merenungkan keseimbangan dalam hidup rohani kita. Kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama melalui berbagai cara. Namun, kita juga perlu meluangkan waktu untuk duduk di kaki Yesus, mendengarkan Sabda-Nya, dan memelihara hubungan pribadi dengan Dia. Seperti Marta dan Maria yang keduanya dikasihi Yesus, kita pun dipanggil untuk mengintegrasikan tindakan dan kontemplasi dalam hidup kita sehingga pelayanan kita berakar pada kasih dan pemahaman yang mendalam akan Kristus.
Doa:
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menemukan keseimbangan yang benar antara melayani-Mu dan bersekutu dengan-Mu. Mampukan kami untuk meneladani Marta dalam pelayanan yang penuh kasih dan Maria dalam mendengarkan Sabda-Mu dengan hati yang terbuka. Amin.
Tentang Santa Marta, Perawan dan Sahabat Yesus
Kisah tentang Marta dilukiskan Yohans dalam Injilnya 11:1-14. Di dalamnya terungkap jelas bahwa Marta dan Maria bersama Lazarus saudara mereka amat disayangi oleh Yesus. Mereka tinggal di Betania, sebuah kampung kecil yang letaknya tak jauh dari Yerusalem. Ketika Yesus mengunjungi mereka sehubungan dengan peristiwa kematian Lazarus, Marta selaku adik Maria bertindak sebagai pelayan. Ia sibuk menyediakan makanan bagi Yesus dan Rasul-rasul yang menyertaiNya. Sedangkan Maria kakaknya, yang pernah meminyaki kaki Yesus dan menyekakan rambutnya, duduk di depan Yesus sambil mendengarkan Sabda Yesus.
Ketika Lazarus sakit keras, Marta dan Maria mengirimkan khabar kepada Yesus. Pada waktu itu Yesus ada diseberang sungai Yordan yang agak jauh dari Betania. "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit" demikian bunyi khabar itu. Yesus sengaja tinggal di tempat itu selama dua hari, lalu pergi ke Betania untuk menghibur Marta dan Maria. Tatkala Yesus datang, Marta pergi menemui Dia. Maka terjadilah percakapan indah antara dia dengan Yesus. Dengan sikap yang realistis dan penuh iman kepada Yesus, Marta berkata: "Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati. Teapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadaMu segala sesuatu yang Engkau minta kepadaNya", kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit", kata Marta: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman". Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati…". Marta memang kurang memahami apa yang dikatakan Yesus, namun ia percaya kepada Yesus: "Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia". Marta adalah seorang wanita yang bersemangat iman dan praktis, ramah dan rajin. (Sumber iman katolik.or.id/kgg).