Kaesang Tembus Kandang Banteng di 2029: Duel Trah Jokowi Vs Megawati
Darwin Sijabat July 28, 2026 11:48 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Langkah politik mengejutkan diambil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang secara terbuka menyatakan niatnya maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. 

Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi ini membidik Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, yang mencakup Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Surakarta sebagai gelanggang utamanya.

Pengamat politik dari CITRA Institute, Efriza, menilai keputusan ini merupakan keharusan mutlak bagi Kaesang demi membawa PSI melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen. 

Sebagai nakhoda partai, Kaesang dinilai harus terjun langsung di garis depan.

"Kalau kita melihat dari pernyataan Mas Kaesang, ini membuktikan, pertama memang sebagai ketua umum PSI dan untuk membesarkan partai politik, Kaesang mau tidak mau memang harus terlibat di dalam pencalonan anggota DPR RI. Karena PSI ini harus masuk ke gedung parlemen, harus terlibat di dalam proses meraih 4 persen," tutur Efriza dalam program On Focus di kanal YouTube Tribunnews, Senin (27/7/2026).

Pilihan Dapil Jateng V membuat pertarungan ini berubah menjadi simbol perang gengsi. 

Wilayah tersebut dikenal luas sebagai "kandang banteng" alias basis terkuat PDI Perjuangan. 

Pada Pemilu 2024 lalu, Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani mendominasi wilayah ini dengan raihan fantastis mencapai 297.366 suara.

Baca juga: Kubu Roy Suryo Ungkap Dalang Asli Ijazah Digital Jokowi, Sebut Nama Kader PSI

Baca juga: Remaja Diduga Geng Motor Resahkan Warga Jambi Lagi,  Konvoi Bawa Sajam di Mayang

Efriza menyoroti bahwa langkah adik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menyimbolkan benturan dua kekuatan besar politik nasional.

"Ini bukan sekadar meraih satu kursi, tapi ini adalah sebuah upaya menunjukkan bukan sekadar untuk mendapatkan legitimasi politik, tetapi juga persaingan trah Megawati dengan trah Jokowi."

"Dan kita tahu lawannya adalah Bu Puan Maharani yang meraih suara pertama, dan suara terbanyak di 2019 secara nasional. Artinya, ini menjadi kekuatan dan magnet, sekaligus ini adalah pembuktian pengaruh Pak Jokowi masih ada atau tidak ada lagi," jelas Efriza.

Pertarungan Hidup Mati bagi PSI dan PDIP

Bagi PSI yang berlogo gajah, menaklukkan Jateng V adalah ujian berat. 

Sebagai gambaran, pada Pileg 2024 lalu, caleg PSI peraih suara terbanyak di dapil tersebut adalah istri Giring Ganesha, Cynthia Riza, yang hanya memperoleh 60.003 suara.

Di sisi lain, manuver Kaesang ini diprediksi justru akan memicu PDIP untuk makin memperketat barisan demi menjaga harga diri partai dan membendung laju PSI.

"Ini menunjukkan tantangan PSI sekaligus menjadi motivasi ganda bagi PDI Perjuangan untuk menjaga kandang banteng dan untuk menjaga Bu Puan Maharani."

"Artinya, kandang banteng ini akan membuat kekuatan PDI Perjuangan semakin besar untuk menunjukkan agar Kaesang nanti menjadi sosok yang tidak terpilih dan itu merupakan semangat untuk menunjukkan PSI tetap sebagai partai gurem," tandas Efriza.

Kaesang Pangarep Minta Doa

Meski Pemilihan Umum atau Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sudah mengumumkan akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V.

Baca juga: Analisis Pengamat: Prabowo Hadapi Dilema Pilih Jokowi atau PDIP

Baca juga: 5 Polisi dan 1 Warga Sipil di Jambi Dijerat Pasal Penganiayaan, Kasus Kematian Brigadir Eko

Pengumuman itu disampaikan Kaesang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Sabtu (25/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kaesang mengatakan, dirinya akan bertanggung jawab menggarap wilayah Kota Solo sebagai bagian dari strategi pemenangan PSI di Dapil Jawa Tengah V.

Adapun wilayah Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten akan menjadi tanggung jawab kader PSI lainnya.

"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," kata Kaesang, dilansir Kompas.com. 

Kaesang juga mengajak seluruh kader PSI menjaga soliditas menjelang Pemilu 2029.

"Terima kasih atas doanya, dukungannya, saya mohon semuanya untuk bisa solid di 2029," ujar dia.

Dinilai Punya Dua Pertimbangan Utama

Keputusan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V atau Solo Raya dinilai bukan tanpa perhitungan politik.

Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai, setidaknya terdapat dua pertimbangan utama yang melatarbelakangi pilihan Kaesang maju di dapil yang meliputi Kota Surakarta, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo tersebut.

"Pemilihan Dapil Jateng V tampaknya atas pertimbangan matang. Setidaknya ada dua pertimbangan utama," kata Jamiluddin kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, pertimbangan pertama adalah peluang Kaesang untuk lolos ke DPR RI melalui daerah kelahirannya.

"Dapil Jateng V yang meliputi Solo, Boyolali, dan Klaten diyakininya dapat mengantarkannya ke Senayan. Dapil ini, terutama Solo, merupakan tempat kelahirannya yang diharapkan dapat mendulang suara besar," ucapnya.

Selain mengejar kursi di Senayan, Kaesang disebut juga ingin menjadikan Solo Raya sebagai basis kekuatan PSI di Jawa Tengah.

"Kaesang selain berharap terpilih, juga ingin menjadikan Dapil Jateng V sebagai basis PSI di Jawa Tengah. Harapannya, dengan menguasai Dapil Jateng V, PSI dapat melebarkan sayapnya untuk menguasai Jawa Tengah," tutur Jamiluddin.

Pertimbangan kedua, lanjut dia, adalah keinginan Kaesang untuk berhadapan langsung dengan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, dalam perebutan suara di dapil tersebut.

"Kaesang ingin bertarung head to head dengan Puan Maharani pada Pileg 2029. Kaesang ingin membuktikan dirinya lebih unggul dari Puan Maharani, setidaknya pada perolehan suara pada pileg mendatang," katanya.

Jamiluddin menilai, pertarungan tersebut juga memiliki makna simbolis sebagai perebutan pengaruh politik antara keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dengan keluarga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Hal itu perlu dilakukan Kaesang untuk menunjukkan Solo Raya memang kekuasaan trah Jokowi, bukan trah Megawati. Solo Raya juga sentral kekuasaan Jawa Tengah," katanya.

"Jadi, menempatkan Kaesang di Dapil Jateng V sebagai pertarungan terbuka antara Megawati dan Jokowi. Pertarungan tersebut untuk merebut Jawa Tengah sebagai kandang Gajah dengan menggusur Banteng pada awalnya dari Solo Raya," imbuhnya.

Namun, Jamiluddin menilai langkah tersebut bukan perkara mudah. Menurutnya, faktor Kaesang saja belum cukup kuat untuk mengungguli Puan apabila kontestasi berlangsung secara jujur dan adil.

"Faktor Kaesang semata tampaknya tak cukup kuat untuk menggusur Puan dari Dapil Jateng V. Setidaknya bila pertarungan pada Pileg 2029 dilakukan secara jujur dan adil. Sebab, head to head kualitas dan trust Kaesang masih jauh dari Puan," katanya.

Ia menambahkan, Puan selama ini juga memiliki basis suara yang kuat di Solo Raya sehingga peluang untuk mengalahkannya tidak mudah.

"Puan juga memperoleh suara sangat signifikan di Dapil Jateng V. Karena itu untuk mengalahkan Puan tentu tidak mudah," ucapnya.

Jamiluddin juga berpandangan bahwa mengandalkan pengaruh Jokowi untuk mendongkrak suara Kaesang belum tentu efektif.

"Berharap pada Jokowi untuk mendongkrak suara Kaesang juga tidak mudah. Sebab, trust Jokowi di Solo Raya juga tidak memadai," ujarnya.

Karena itu, ia menilai ambisi PSI menjadikan Solo Raya sebagai basis partai akan menghadapi tantangan berat mengingat PDI Perjuangan masih memiliki akar politik yang kuat di wilayah tersebut.

"Karena itu, untuk menjadikan Solo Raya sebagai basis PSI tidak mudah. Banteng tak mudah dikalahkan, bahkan berpeluang besar akan menyeruduk Gajah sehingga tak berdaya di Solo Raya," katanya.

Lebih lanjut, Jamiluddin menyebut keputusan Kaesang maju di Dapil Jawa Tengah V berpotensi menjadi sebuah pertaruhan politik bagi dirinya maupun keluarga Jokowi.

"Jadi, dengan Kaesang memilih Dapil Jateng V, bisa menjadi perjudian. Kaesang dan trah Jokowi bisa jadi dipermalukan. Sebab, bisa jadi PDI Perjuangan akan all out agar Kaesang tak terpilih ke Senayan," ucapnya.

"Modal politik untuk itu cukup kuat. Solo Raya selama ini masih basis PDI Perjuangan. Karena itu, Kaesang dan Jokowi bersiaplah dipermalukan di kampungnya sendiri," pungkasnya.

Baca juga: Kasus Kematian Brigadir EWS Diduga Terkait Miras dan Narkoba, Ini Kata Polda Jambi

Baca juga: Deretan Pejabat Negara yang Mundur Kurun Waktu 2025-2026, Komisaris OJK Serombongan

Baca juga: DPRD Merangin Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Jadi Perda

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.