Cuaca Ekstrem, Bhabinkamtibmas Singakerta Ingatkan Warga Waspada Bencana dan Pencurian Hasil Panen
Putu Kartika Viktriani July 28, 2026 02:03 PM

GIANYAR, TRIBUN-BALI.COM – Menghadapi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar,Bali  Aiptu I Made Widastra mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam maupun aksi pencurian hasil pertanian dan ternak.

Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan sambang warga pada Selasa, 28 Juli 2026, ia menyasar masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak.

Dalam kunjungannya, Aiptu I Made Widastra mengingatkan bahwa curah hujan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu kerusakan lahan pertanian, banjir, hingga longsor yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Karena itu, para petani diminta rutin memantau kondisi sawah, kebun, serta saluran irigasi agar terhindar dari genangan maupun kerusakan tanaman.

Sementara peternak diimbau memastikan kandang berada di lokasi yang aman dari banjir dan memiliki konstruksi yang kuat demi menjaga kesehatan serta keselamatan ternak.

 

Tak hanya ancaman bencana, Aiptu Widastra juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai meningkatnya potensi pencurian ternak dan hasil panen saat cuaca ekstrem.

"Cuaca ekstrem bisa berdampak pada usaha pertanian dan peternakan, namun kita juga harus waspada terhadap pencurian. Pastikan ternak dan hasil panen diawasi dengan baik, kandang dikunci, dan saling peduli antarwarga," ujarnya.

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Maling Ayam di Baturiti Bali Berlanjut, Polisi Buka Peluang Tersangka Bertambah

Ia mengajak warga meningkatkan pengawasan, terutama pada malam hari, mengunci kandang maupun tempat penyimpanan hasil panen, serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda lingkungan.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, atau Babinsa apabila terjadi gangguan keamanan, bencana alam, maupun aktivitas mencurigakan.

Menurutnya, sinergi dan kewaspadaan bersama menjadi kunci menjaga keamanan lingkungan sehingga aktivitas pertanian dan peternakan masyarakat tetap berjalan aman di tengah cuaca ekstrem.

"Kita harus saling mengawasi, jika ditemukan hal yang mencurigakan, agar segera diinformasikan kepada petugas terdekat," ujarnya. 

(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.