Asing dari Hubungan Tanpa Status Terasa Lebih Menyakitkan? Ini Alasannya
Muhammad Fatoni July 28, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Tidak sedikit orang mengaku lebih sulit melupakan seseorang yang tidak pernah benar-benar menjadi pasangan dibandingkan mantan yang pernah memiliki status hubungan. 

Meski terdengar membingungkan, pengalaman ini ternyata cukup sering terjadi.

Dalam psikologi, rasa kehilangan tidak selalu ditentukan oleh status hubungan. 

Keterikatan emosional, harapan yang belum terwujud, hingga hubungan yang berakhir tanpa kepastian dapat membuat seseorang lebih sulit memproses perpisahan. 

Mengapa Hubungan Tanpa Status Bisa Terasa Sangat Berarti?

Hubungan tanpa status atau yang kerap disebut HTS sering kali tetap diisi dengan berbagai hal yang biasanya ada dalam sebuah hubungan. 

Mulai dari saling mengirim pesan setiap hari, berbagi cerita, memberikan perhatian, hingga menemani satu sama lain dalam berbagai situasi. 

20262807- Ilustrasi Chatan
ILUSTRASI- Saling berkirim pesan. (Generated by ChatGPT)

Seiring berjalannya waktu, kedekatan tersebut dapat membuat seseorang merasa memiliki ikatan emosional, meski tidak pernah ada kepastian mengenai arah hubungan yang sedang dijalani.

Dalam psikologi, ikatan seperti ini berkaitan dengan attachment atau keterikatan emosional. 

Keterikatan tidak selalu muncul karena adanya status sebagai pasangan, tetapi juga dapat terbentuk melalui interaksi yang berlangsung secara konsisten. 

Semakin sering seseorang berbagi waktu, perhatian, dan pengalaman dengan orang lain, semakin besar pula kemungkinan munculnya rasa dekat dan perasaan saling terhubung.

Karena itu, berakhirnya hubungan tanpa status tetap dapat memunculkan rasa kehilangan. 

Yang dirindukan bukan hanya sosoknya, tetapi juga kebiasaan yang selama ini dijalani bersama. 

Misalnya, seseorang yang biasanya menjadi tempat bercerita setiap malam tiba-tiba menghilang, atau rutinitas saling mengabari yang perlahan berhenti begitu saja. 

Kehilangan rutinitas tersebut dapat terasa sama nyatanya dengan kehilangan sebuah hubungan yang sudah memiliki status.

Meski begitu, bukan berarti setiap hubungan tanpa status akan berakhir menyakitkan. 

Kedalaman emosi setiap orang bisa berbeda-beda, bergantung pada seberapa besar keterikatan yang terbentuk selama hubungan berlangsung.

Itulah sebabnya ada yang mampu melanjutkan hidup dengan cepat, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar melepaskan seseorang yang sebenarnya tidak pernah menjadi pasangan.

Baca juga: Apa Arti Kriuk di Konten TikTok? Ternyata Bukan Sekadar Bunyi Makanan

Hal yang Membuat HTS Sulit Dilupakan

Berakhirnya hubungan tanpa status tidak selalu terasa lebih menyakitkan bagi semua orang. 

Namun, ada beberapa hal yang membuat sebagian orang merasa lebih sulit melepaskan hubungan seperti ini.

1. Tidak Ada Akhir yang Benar-Benar Jelas

20262807- Ilustrasi closure
ILUSTRASI- komunikasi yang perlahan menghilang dalam hubungan tanpa status.

Berbeda dengan hubungan yang diakhiri dengan keputusan putus, HTS sering kali berakhir tanpa penjelasan yang pasti atau closure. 

Komunikasi mulai berkurang, perhatian perlahan menghilang, atau salah satu pihak memilih menjauh tanpa pernah membahas kelanjutan hubungan.

Dalam psikologi, kondisi seperti ini dikenal sebagai ambiguous loss, yaitu kehilangan yang tidak memiliki batas atau penutup yang jelas. 

Karena tidak ada momen yang benar-benar menandai berakhirnya hubungan, otak cenderung lebih sulit menerima bahwa semuanya telah selesai. 

Akibatnya, seseorang bisa terus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi atau apakah hubungan tersebut masih memiliki kemungkinan untuk berlanjut.

2. Harapan yang Belum Sempat Terwujud

20262807- Harapan
ILUSTRASI- mengenang kebersamaan dengan orang yang pernah dekat dengannya. (Generated by ChatGPT)

Hubungan tanpa status sering kali dipenuhi harapan.

Ada yang berharap suatu saat hubungan itu akan memiliki kepastian, bertahan lebih lama, atau berkembang menjadi hubungan yang lebih serius.

Ketika semua itu tidak terjadi, yang hilang bukan hanya sosoknya, tetapi juga masa depan yang sempat dibayangkan. 

Penelitian tentang Zeigarnik effect menunjukkan bahwa otak cenderung lebih sulit melepaskan sesuatu yang belum selesai dibandingkan sesuatu yang sudah memiliki akhir yang jelas. 

Itulah sebabnya, pikiran seperti "bagaimana kalau waktu itu..." atau "seandainya hubungan ini berlanjut..." bisa terus muncul setelah hubungan berakhir.

3. Kedekatan Emosional Tetap Terbentuk

Meski tidak memiliki status sebagai pasangan, hubungan yang dijalani secara intens tetap dapat membangun keterikatan emosional. 

Rutinitas saling mengabari, berbagi cerita, atau menjadi tempat bergantung dalam keseharian perlahan membuat seseorang merasa dekat dan nyaman.

Saat semua kebiasaan itu tiba-tiba hilang, yang dirasakan bukan hanya kehilangan seseorang, tetapi juga kehilangan rutinitas dan rasa aman yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Hal inilah yang membuat sebagian orang merasa proses move on dari HTS bisa terasa lebih berat daripada yang mereka bayangkan.

Bukan Statusnya, Melainkan Emosi yang Tertinggal

20262807- Asing
ILUSTRASI- berakhirnya kedekatan yang meninggalkan rasa kehilangan. (Generated by ChatGPT)

Pada akhirnya, rasa kehilangan tidak selalu ditentukan oleh seberapa lama hubungan berlangsung atau apakah hubungan tersebut memiliki status yang jelas. 

Yang lebih berpengaruh adalah makna yang diberikan seseorang terhadap hubungan itu sendiri.

Dalam psikologi, kehilangan tidak hanya berarti berpisah dengan seseorang, tetapi juga melepaskan harapan, rutinitas, dan masa depan yang sempat dibayangkan. 

Karena itu, merasa sedih setelah hubungan tanpa status berakhir bukan berarti seseorang terlalu berlebihan atau "baper". 

Emosi tersebut dapat muncul karena otak masih berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Setiap orang memiliki pengalaman, keterikatan, dan cara menghadapi perpisahan yang berbeda-beda.

Yang terpenting, jangan mengukur besarnya rasa kehilangan dari ada atau tidaknya status hubungan. 

Sebab, yang benar-benar membekas sering kali bukan label sebuah hubungan, melainkan kenangan, harapan, dan kedekatan emosional yang pernah dibangun bersama.

(MG Mayumi Cinta Mahesi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.