PCNU Jombang: Muktamar NU Harus Hasilkan Program untuk Umat
Titis Jati Permata July 28, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id, JOMBANG – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tidak hanya berfokus pada pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menurutnya, forum permusyawaratan tertinggi NU harus menghasilkan arah kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan warga nahdliyin melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Muktamar jangan hanya menjadi ajang memilih ketua umum. Yang tidak kalah penting adalah melahirkan program organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Gus Fahmi dalam keterangan yang diterima SURYA.co.id, Selasa (28/7/2026).

Tiga Sektor Jadi Prioritas

Gus Fahmi menilai kepengurusan PBNU periode mendatang perlu memprioritaskan penguatan layanan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Menurutnya, dakwah NU akan semakin efektif apabila diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses layanan kesehatan, serta penguatan kemandirian ekonomi warga.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU, Kawasan Tambakberas Jombang Bakal Steril dari Kendaraan

Di bidang kesehatan, ia mendorong PBNU memperbanyak jaringan rumah sakit milik NU karena jumlah fasilitas kesehatan yang dimiliki organisasi saat ini dinilai masih belum memadai, termasuk di Jawa Timur.

Sementara di sektor pendidikan, NU diharapkan terus mengembangkan lembaga pendidikan yang mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Adapun pada sektor ekonomi, Gus Fahmi menilai NU perlu memperkuat berbagai amal usaha agar organisasi memiliki kemandirian dalam menjalankan program-programnya.

Ingatkan Pemilik Hak Suara Tolak Politik Uang

Selain menyoroti arah kebijakan organisasi, Gus Fahmi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

Ia meminta para pemegang hak suara menggunakan hak pilih berdasarkan hati nurani dan menolak segala bentuk praktik politik uang.

"Kami berharap para pemilik hak suara menentukan pilihan dengan hati nurani, bukan karena uang atau praktik-praktik yang dapat mencederai marwah muktamar," tegasnya.

Muktamar di Jombang Punya Nilai Historis

Menurut Gus Fahmi, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang memiliki makna historis karena berlangsung di daerah yang menjadi salah satu pusat lahir dan berkembangnya para muassis Nahdlatul Ulama.

Karena itu, ia berharap seluruh rangkaian muktamar dapat berlangsung dengan baik dan terhindar dari berbagai praktik yang berpotensi mencoreng nama baik organisasi.

Ia juga memaparkan sejumlah kriteria pemimpin yang dinilai layak memimpin PBNU lima tahun ke depan.

Sosok tersebut harus memiliki rekam jejak yang baik dalam organisasi, tidak menjadi pengurus partai politik, mampu menjaga soliditas internal, serta terbebas dari praktik politik uang.

"NU membutuhkan pemimpin yang bersih, amanah, mampu mengayomi seluruh warga, serta menjaga persatuan organisasi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.