Dalam Sehari Terjadi Karhutla di 3 Kabupaten Jabar, Tiga Hektare Lahan di Sumedang Ludes
Machmud Mubarok July 28, 2026 02:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di tiga kabupaten di Jawa Barat dalam sehari, yakni Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Sukabumi pada Senin (27/7/2026). 

Pranata Humas Ahli BPBD Jabar, Hadi Rahmat mengatakan, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, kebakaran pertama terjadi di Gunung Batu, bekas kawasan Multimarindo, Dusun Pananjung, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang sekitar pukul 11.30 WIB.

Di area tersebut, api membakar lahan seluas kurang lebih tiga hektare dengan intensitas yang cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Masih pada hari yang sama, sekitar pukul 11.00 WIB, kebakaran juga melanda kawasan hutan pegunungan Puncak Habibie di Kampung Nelayan, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. 

Api pertama kali diketahui warga dari lereng pegunungan, sebelum dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Hingga laporan terakhir, luas lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan.

Baca juga: Kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah dan Imah Gede Ludes, Ini Kronologinya

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla Selama Tiga Bulan

Sementara itu, kebakaran lainnya terjadi pada pukul 17.25 WIB di Kampung Badaraksa, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

BPBD mencatat kebakaran diduga dipicu human error yang diperparah tiupan angin. Api menghanguskan sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar serta limbah kain.

Dikatakan Hadi, BPBD Jawa Barat bersama BPBD kabupaten, pemadam kebakaran, aparat kepolisian, dan pemerintah desa telah melakukan penanganan di seluruh lokasi. 

Di Sumedang, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB. Di Sukabumi, api dinyatakan padam total pada Selasa (28/7/2026) pukul 01.00 WIB. Sementara di Kabupaten Bandung, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api kecil yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Yang di Kabupaten Bandung, Puncak Habibi Kabupaten Sukabumi dan Gunung batu Sumedang, Alhamdulillah sudah padam," ujar Hadi, Selasa (28/7/2026).

Dikatakan Hadi, selama musim kemarau terjadi peningkatan kasus Karhutla, total ada 46 laporan kejadian karhutla sepanjang Juli 2026 di 14 kabupaten/Kota di Jabar.

"Total terdampaknya ini ada 53 hektare," katanya.

Hadi mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah di lahan terbuka, demi  menghindari karhutla.

Sebab, kata Hadi, pembakaran sampah di area terbuka berpotensi memicu api menjalar ke lahan milik warga maupun kawasan yang lebih luas.

"Sehingga perlu diantisipasi, misalnya jangan membakar sampah di lahan-lahan terbuka. Itu juga penting menghindari kebakaran di lahan-lahan yang terbuka yang berdekatan dengan lahan masyarakat yang menyebabkan kebakaran lahan gitu ya," katanya.

Selain pembakaran sampah, BPBD Jabar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu munculnya titik api.

Di tengah meningkatnya ancaman karhutla dan kekeringan, BPBD Jawa Barat meminta masyarakat tidak menunggu hingga kebakaran meluas untuk melapor. Pelaporan dini dinilai menjadi faktor penting agar petugas dapat melakukan respons cepat dan mencegah dampak yang lebih besar.

"Kalau misalnya memang terjadi, bisa juga masyarakat melaporkan ya ke BPBD setempat untuk kita lakukan respons cepat terkait dengan kejadian, baik kekeringan ataupun kebakaran hutan dan lahan," ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.