Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Setelah dilaporkan hilang selama lebih kurang 30 jam, seorang warga Desa Lubukubar, Kecamatan Curup Selatan ditemukan meninggal dunia di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 7 meter, Selasa (28/7/2026).
Dari informasi terhimpun TribunBengkulu.com, Korban diketahui bernama Odi (57).
Lokasi penemuan korban berada sekitar 200 meter dari kediamannya. Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang sebelum ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Kepala Desa Lubukubar, Hasimullah, membenarkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh warga. Adapun lokasi ditemukannya ialah jurang sedalam 7 meter yang berada tak terlalu jauh dari rumahnya sendiri.
"Benar, warga kami atas nama Pak Odi sudah ditemukan, ia ditemukan meninggal dunia di dalam jurang. Lokasinya sekitar 200 meter dari rumah korban,"jelas Hasimullah kepada TribunBengkulu.com.
Menurut Hasimullah, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (26/7/2026). Pihak keluarga dan warga kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan di dasar jurang.
Ia menjelaskan, korban diketahui memiliki riwayat gangguan lupa ingatan sehingga diduga keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
"Korban memang mengidap sakit lupa ingatan. Setelah dilaporkan hilang, warga bersama keluarga langsung melakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan di dalam jurang,"paparnya.
Hasimullah mengatakan, berdasarkan dugaan sementara, korban kemungkinan terpeleset hingga terjatuh ke dalam jurang tersebut. Namun, penyebab pasti kejadian itu belum dapat dipastikan.
Jenazah korban telah dievakuasi oleh warga dan selanjutnya dimakamkan pada Selasa pagi.
"Diduga terpeleset hingga ke dalam jurang, jenazahnya sudah dievakuasi dan dimakamkan,"lanjutnya.
Polisi Belum Pastikan Penyebab Korban Meninggal
Sementara itu, Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Azmi Aryanto, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya menerima informasi bahwa korban ditemukan berada di dalam jurang. Namun, keluarga korban tidak menghendaki peristiwa tersebut diproses lebih lanjut.
"Kami mendapat informasi korban jatuh ke jurang. Namun pihak keluarga tidak ingin dilakukan proses lebih lanjut, sehingga kami belum bisa menyimpulkan atau menduga apa penyebab pastinya,"jelas Kapolsek.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada pemeriksaan lanjutan terkait penyebab kematian korban karena keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
"Karena keluarga tidak melapor, kita tidak tahu pasti penyebabnya,"pungkasnya.
Peristiwa ini bermula ketika korban dilaporkan hilang pada Minggu (26/7/2026).
Setelah dilakukan pencarian selama lebih dari 30 jam, korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di dasar jurang yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Selasa (28/7/2026).