Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Limbah Medis
Ajie Gusti Prabowo July 28, 2026 04:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperketat pengawasan pengelolaan limbah medis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) guna mencegah penyalahgunaan limbah maupun obat-obatan kedaluwarsa. Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengelolaan limbah faskes yang diikuti para sanitarian selama sepekan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengatakan limbah medis merupakan jenis limbah yang harus mendapat perhatian serius karena berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola sesuai ketentuan. "Limbah medis menjadi atensi sehingga pengelolaannya harus benar-benar dipastikan sesuai ketentuan," ujar Hefi Nuranda, Selasa (28/7).

Hefi Nuranda menjelaskan sejauh ini seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bangka Selatan telah memisahkan limbah medis dan nonmedis. Namun, pemisahan saja dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi pengawasan terhadap proses penyimpanan, pengangkutan, hingga pemusnahan limbah. Karena itu, para sanitarian dibekali pemahaman mengenai tata kelola limbah medis selama pelatihan berlangsung.

Limbah medis yang telah dipilah wajib diserahkan kepada perusahaan pengolah limbah yang memiliki izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, Dinas Kesehatan diminta aktif melakukan pengawasan terhadap pihak ketiga agar proses pengelolaan berjalan sesuai standar yang berlaku. 

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan limbah berbahaya tidak mencemari lingkungan maupun menimbulkan risiko kesehatan. "Perusahaan pengelola limbah harus memiliki izin dan pelaksanaannya perlu diawasi secara berkala," tegas Hefi Nuranda.

Menurutnya, perhatian juga diberikan terhadap obat-obatan yang telah kedaluwarsa maupun limbah kesehatan lainnya. Seluruh limbah tersebut harus dipisahkan dan diamankan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Ia menilai pengawasan terhadap limbah medis bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. "Jangan sampai obat-obatan yang sudah kedaluwarsa ataupun limbah medis dimanfaatkan oleh oknum yang dapat membahayakan orang banyak," ungkapnya.

Hefi Nuranda berharap peningkatan kapasitas sanitarian dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Bangka Selatan. "Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan memastikan seluruh limbah fasilitas kesehatan dikelola secara aman dan sesuai aturan," ucap Hefi Nuranda. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.